Senin, 26 Januari 2026

Rutan Kelas I Medan, Luncurkan LAKOSTE, Sebagai Layanan Kunjungan



Medan | Elindonews.my.id


Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya pada layanan kunjungan. 


Meski sebelumnya pengunjung sudah terlayani dengan baik melalui inovasi seperti layanan kunjungan bertamu secara langsung juga online, Sistem Layanan Informasi Satu Meja (SILISMA), serta penitipan barang, Rutan Kelas I Medan tidak henti-hentinya berinovasi menghadirkan pelayanan mudah diakses, transparan, dan berorientasi kenyamanan pengunjung.


Terbaru, Rutan Kelas I Medan menciptakan inovasi baru bernama LAKOSTE (Layanan Kunjungan Otomatis Terpadu). Inovasi ini semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan kunjungan di Rutan Medan, dimana masyarakat dapat mencetak antrian kunjungan maupun penitipan barang secara mandiri (self service), yang selanjutnya tinggal menunggu panggilan oleh sistem melalui pengeras suara, Senin (26/1/2026) 


Melalui inovasi ini, proses pendaftaran kunjungan semakin efisien dan efektif sehingga para pengunjung dapat lebih memaksimalkan waktu kunjungan di ruang berkunjung, tidak perlu berlama-lama di bagian pendaftaran.


Rutan Kelas I Medan juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan area kunjungan yang manusiawi dan layak. Seluruh fasilitas kunjungan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun, sebagai wujud pelayanan bersih transparan. 


Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang berintegritas serta bebas dari praktik pungli.


Tak hanya menjadi sarana bertemu antara warga binaan dan keluarga, layanan kunjungan juga dimanfaatkan sebagai pusat informasi. Melalui SILISMA, yang juga berada di area pendaftaran kunjungan, pengunjung dapat memperoleh penjelasan terkait layanan integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan hak-hak lain warga binaan, sehingga kunjungan tidak sekadar bersifat emosional, tetapi juga edukatif dan informatif.


Pada awal pendaftaran hingga kunjungan berakhir, Rutan Kelas I Medan telah menghadirkan pola pelayanan yang terstandar dan berkesinambungan. Seluruh alur layanan dirancang agar tertib, mudah dipahami, serta didukung oleh petugas yang responsif dan sopan, sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman layanan publik profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Sebagai bentuk apresiasi, pengunjung menyampaikan ucapan terima kasih atas pelayanan kunjungan yang telah diberikan serta berharap kualitas layanan dapat terus dipertahankan juga  ditingkatkan ke depannya. Mereka menilai Rutan Kelas I Medan telah menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


“Dengan adanya LAKOSTE, proses mendaftar kunjungan di Rutan Medan semakin mudah, sudah seperti ketika kita antri di bank. Selama saya berkunjung, pelayanannya sangat memuaskan, tidak dipungut biaya apapun, semua pelayanannya gratis dan petugasnya baik dalam melayani”, ucap Tince selaku pengunjung di Rutan Kelas I Medan.


Seluruh upaya peningkatan layanan  sejalan dengan 15 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), khususnya dalam penguatan pelayanan publik, peningkatan integritas aparatur, serta pemenuhan hak-hak warga binaan dan masyarakat secara transparan dan akuntabel. 

(JBR/66)

Polres Samosir Lantik Kasi Humas dan Kapolsek Harian Boho




Samosir | Elindonews.my.id


Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K secara resmi melantik Kasi Humas dan Kapolsek Harian Boho Polres Samosir dalam upacara pelantikan jabatan yang digelar di halaman apel Mako Polres Samosir, (26/1/26).


Upacara pelantikan yang dimulai sekitar pukul 16.40 WIB tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Resor Samosir Nomor: KEP/13/I/2026 tanggal 23 Januari 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polres Samosir.


Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara Perwira Upacara dijabat oleh Kasat Lantas Polres Samosir AKP Natanail Surbakti, S.H., M.H, dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kanit Dalmas II Sat Samapta Polres Samosir Ipda Hendri Siagian, S.H.


Upacara diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Samosir, para Kapolsek jajaran, perwira dan bintara Polres Samosir, Bhayangkari Cabang Samosir, serta rohaniawan.


Adapun pejabat yang dilantik yakni AKP Radiaman Simarmata yang mengemban jabatan baru sebagai Kasi Humas Polres Samosir dan IPTU Rahmat Kurniawan yang secara resmi dilantik sebagai Kapolsek Harian Boho Polres Samosir.


Kapolres Samosir menyampaikan bahwa pelantikan dan penyerahan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, pengembangan karier, serta peningkatan kinerja.


“Pelantikan dan penyerahan jabatan yang kita laksanakan saat ini merupakan hal yang wajar dalam organisasi yang dinamis, berdasarkan penilaian dan evaluasi kinerja secara sistematik dan komprehensif dengan tetap mempertimbangkan profesionalitas, komitmen, dan integritas,” ujar AKBP Rina.


Kapolres juga menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah dan kepercayaan yang mengandung tanggung jawab besar, sehingga dituntut untuk menampilkan kinerja terbaik demi membawa perubahan positif bagi organisasi.


Kepada AKP Radiaman Simarmata, Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap dapat segera menyesuaikan diri serta menjalankan tugas dan fungsi kehumasan dengan baik sesuai arah kebijakan dan grand strategi Polri.


Sementara kepada IPTU Rahmat Kurniawan, Kapolres mengucapkan selamat atas pelantikan sebagai Kapolsek Harian Boho setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas selama 1 tahun 4 bulan. Pelantikan tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan pimpinan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang telah ditunjukkan.


“Jabatan Kapolsek bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Saya berharap Bapak dapat meningkatkan kinerja satuan serta membangun sinergi yang solid dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.


Kapolres juga menyampaikan pesan kepada para Bhayangkari agar senantiasa mendampingi dan mendukung suami dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


Menutup amanatnya, AKBP Rina mengingatkan seluruh personel bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta menjaga nama baik institusi Polri di mana pun bertugas.

Reporter : Singa Laut


Bupati Samosir Resmikan Pompa Air Bertenaga Surya



Samosir | Elindonews.my.id


Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui pembangunan infrastruktur pertanian berkelanjutan. Salah satunya ditandai dengan peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Onan Runggu oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, 26/1/26.


PATS senilai Rp 2,6 miliar ini mampu mengairi sekitar 60 hektare persawahan yang dikelola oleh 100 keluarga petani.


Pembangunan PATS merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan kekeringan.


Dinas Pertanian Kabupaten Samosir juga melaksanakan penyuluhan kepada petani, antara lain terkait pembuatan pupuk organik serta penguatan pengelolaan PATS melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).


Acara tersebut dihadiri Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Pabung 0210/TU G. Sebayang, Asisten II Hotraja Sitanggang, pimpinan OPD Kabupaten Samosir, serta Forkopimcam Kecamatan Onan Runggu.


Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan, pembangunan PATS merupakan hasil sinergi dengan Gubernur Sumatera Utara dan akan diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Samosir. Ia menyebutkan, hingga saat ini telah terbangun enam unit PATS di Kabupaten Samosir, lima diantaranya terwujud dalam kepemimpinannya.


“Dalam periodisasi kepemimpinan saya, ada lima unit PATS yang telah dibangun. Kita ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur yang tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.


Bantuan tersebut tidak diperoleh dengan mudah karena harus bersaing dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. “Kita ini bersaing dengan 33 kabupaten/kota. Satu kelompok tani di Samosir bisa menang dari ribuan kelompok tani lain di Sumatera Utara. Jadi jangan kita sepelekan program ini,” katanya.


Vandiko mengungkapkan, pembangunan PATS di Onan Runggu sempat hampir dialihkan ke daerah lain. Namun, setelah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumatera Utara, program tersebut akhirnya tetap dilaksanakan di Samosir.


“Puji Tuhan dikabulkan, sehingga program ini tetap ada di Kabupaten Samosir. Karena PATS yang sudah dibangun sebelumnya semuanya beroperasi dengan baik, pemerintah provinsi tidak jera memberikan bantuan,” ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun ini pembangunan PATS dilakukan di beberapa titik melalui skema pembiayaan sinergitas, yakni dari APBD kabupaten, APBD provinsi, APBN, serta dukungan pihak swasta dan perwakilan diplomatik. 


Dalam kesempatan itu, Vandiko mengapresiasi masyarakat yang menghibahkan lahan untuk jalur pipa sepanjang lebih dari satu kilometer. Menurutnya, persoalan lahan sering menjadi kendala pembangunan.


“Terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan tanah. Ini menjadi contoh bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting,” ujarnya.


Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk tidak melakukan pembangunan.


Forkopimda yang diwakili Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan meminta seluruh penerima manfaat menjaga dan merawat bantuan tersebut. “Mari kita rawat bersama, saling mendukung dan menjadikan tempat ini sebagai pilot project bagi daerah lain. Semoga membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.


Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata mengatakan, pembangunan PATS ini akan mampu meningkatkan indeks pertanaman.


“Selama ini petani hanya bisa menanam satu kali setahun. Dengan adanya PATS, indeks pertanaman diharapkan meningkat menjadi minimal dua kali per tahun,” kata Rajoki.


 Kabid Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara, Budi Batubara, menjelaskan bahwa pemanfaatan energi surya merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi dampak emisi dan perubahan iklim.


 Pemprovsu dan DPRD Provinsi Sumatera Utara telah mengesahkan Perda Nomor 4 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Energi Daerah, yang salah satu strateginya adalah pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor produktif, termasuk pertanian.


“Pompa air tenaga surya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian dan masa tanam menjadi minimal dua kali setahun. Hingga saat ini, jumlah PATS yang dibangun pemerintah provinsi di Kabupaten Samosir telah mencapai enam unit,” ujar Budi.


Tokoh masyarakat Onan Runggu, Alifender Harianja, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas perhatian terhadap sektor pertanian. Ia berharap bantuan serupa dapat diperluas ke wilayah persawahan lain di Onan Runggu.


“Masih banyak daerah persawahan yang membutuhkan bantuan seperti ini. Semoga ke depan hasil pertanian semakin baik,” ujarnya.


Sekretaris Kelompok Tani Gabe Naniula, Daslon Samosir, mengakui bahwa selama ini petani sangat membutuhkan air untuk mengolah lahan. “Dengan adanya PATS ini, kami bisa mengolah lahan dengan lebih baik,” katanya.


Ia mengajak seluruh penerima manfaat untuk menghilangkan ego dan bekerja sama dalam merawat fasilitas tersebut. Ia juga berharap pemerintah memperhatikan pembangunan saluran irigasi agar tidak terjadi pengikisan tanah, serta mendukung pengadaan rumah bibit dan pupuk organik.


“Pemakaian pupuk kimia berlebihan bisa membuat tanah menjadi tandus. Kami sedang menggalakkan pertanian berbasis organik,” ujarnya.


Dukungan lahan untuk pembangunan PATS juga diberikan oleh warga setempat, Omri Samosir yang bersedia membebaskan lahan.  Ia berharap fasilitas tersebut dirawat dengan baik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.


“Pompa ini mahal. Kalau tidak dirawat, akan cepat rusak. Sudah banyak pompa yang menjadi pelajaran karena tidak dijaga. Jangan hanya meminta, tapi tidak mau mengurus,” katanya.


PATS digerakkan oleh tenaga matahari melalui panel surya. Pompa ditempatkan di danau dan menyalurkan air melalui lima katup distribusi yang diatur oleh operator. Pemerintah menekankan pentingnya manajemen pembukaan katup, kebersihan panel surya, serta perawatan pipa yang ditanam hingga kedalaman 80 sentimeter agar sistem distribusi air berjalan optimal dan berkelanjutan.

Reporter : Singa Laut

 

DJP Sumut I Kukuhkan 286 Relawan Pajak



Medan | Elindonews.my.id


Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara I secara resmi mengukuhkan 286 Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) Tahun 2026 dalam kegiatan Pengukuhan dan Pembekalan Relawan Pajak yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung Kanwil DJP Sumatera Utara I, Senin (26/1/2026). 


Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya peran aktif relawan pajak dalam mendukung edukasi dan layanan perpajakan kepada masyarakat sepanjang tahun 2026.


Pengukuhan dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara I kepada 286 relawan pajak yang berasal dari sembilan Tax Center perguruan tinggi mitra kerja sama Kanwil DJP Sumatera Utara I. Para relawan tersebut akan terlibat dalam berbagai program pendampingan dan asistensi perpajakan, khususnya kepada wajib pajak orang pribadi.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sumatera Utara I, Lusi Yuliani, menyampaikan laporan progres pelaksanaan program Renjani selama tahun 2025. 


Ia menjelaskan bahwa keberadaan relawan pajak telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas jangkauan edukasi perpajakan serta meningkatkan kepatuhan sukarela masyarakat.


“Program Renjani tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga berperan nyata dalam memberikan layanan perpajakan secara langsung kepada masyarakat,” ujar Lusi Yuliani.


Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja, Kanwil DJP Sumatera Utara I juga memberikan penghargaan kepada 11 Relawan Pajak Terbaik Tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada relawan yang dinilai memiliki komitmen, integritas, dan kontribusi unggul selama menjalankan tugasnya.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan kepada seluruh relawan pajak yang baru dikukuhkan. Pada sesi ini, Agustina Purwandari, Penyuluh Pajak Kanwil DJP Sumut I, menyampaikan materi mengenai Aktivasi Akun dan Kode Otorisasi Coretax. 


Materi tersebut bertujuan membekali relawan dengan pemahaman teknis yang memadai agar mampu memberikan asistensi yang tepat kepada wajib pajak dalam pemanfaatan sistem Coretax DJP.


Melalui pengukuhan dan pembekalan ini, Kanwil DJP Sumatera Utara I berharap para relawan pajak dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran dan literasi perpajakan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi agen perubahan yang menjembatani dunia akademik dengan praktik perpajakan di lapangan.

Reporter ; tpm/rel



LBH PBBD Minta Semua Terpidana Korupsi Dan Pengedar Narkoba Dipindah Ke Nusakambangan


Ubat Riady Pasaribu SH, MH

Medan | Elindonews.my.id


Direktur Lembaga Bantuan Hukum Perserikatan Bangso Batak Sedunia (LBH PBBD) Ubat Riady Pasaribu SH, MH minta agar semua terpidana korupsi dan narkoba dipindahkan ke Nusakambangan.


Hal itu disampaikan Ubat kepada awak media, Jumat 23/01/26 di kantornya, menanggapi berita tentang eks Kadiskominfo Sumut Ilyas Sitorus terpidana korupsi yang dipindahkan Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara dari Rutan Tanjung Gusta Medan ke Nusakambangan, kemarin.


Kami dari LBH PBBD sangat mengapresiasi tidakan tersebut, sebagai langkah pembinaan khusus kepada para terpidana korupsi, terutama yang dijatuhi hukuman penjara diatas 1 tahun. Selain itu, kami juga meminta agar pemerintah dalam hal ini Ditjen Pemasyarakatan dengan tegas memindahkan semua Terpidana  Narkoba ke Nusakambangan agar ada efek jera.


Ubat juga menilai, bahwa Rumah Tahanan atau Rutan khususnya di Tanjung Gusta Medan sudah cukup padat dan bercampur dengan para terpidana kejahatan umum.


Selain itu, dia juga berharap agar pemindahan seorang terpidana saja tidak menjadi preseden buruk bagi Ditjen Pemasyarakatan seolah-olah ada intimidasi atau shock therapy bagi terpidana korupsi lainnya.


Tentu Ditjen Pemasyarakatan juga harus terus memperbaiki pelayanan, pembinaan kepada para terpidana, dengan meningkatkan profesionalisme para petugas secara keseluruhan, ujarnya.

Reporter : tpm







Apa itu pemilih Pemula dan Perannya di Pemilu 2029




Medan | Elindonews.my.id


Tahun 2029 akan menjadi tonggak sejarah baru bagi demokrasi Indonesia. Di tahun tersebut, estafet kepemimpinan nasional dan daerah akan kembali diserahkan kepada rakyat melalui bilik suara. 


Namun, siapakah aktor utama yang diprediksi akan mengubah peta politik masa depan ?  Mereka bukanlah politisi kawakan yang sering menghiasi layar kaca, melainkan wajah-wajah baru  untuk pertama kalinya memegang tiket emas demokrasi: para pemilih pemula, tulus Allen Sitohang, SH Staf Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). 


Lanjutnya, bagi Anda yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah atau baru memasuki dunia perkuliahan, Pemilu 2029 mungkin akan menjadi pengalaman pertama yang mendebarkan.


Pengertian Pemilih Pemula pada Pemilu 2029


Dalam terminologi kepemiluan yang sering disosialisasikan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), definisi pemilih pemula adalah warga negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara genap berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah/pernah kawin, dan baru pertama kali menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum, Senin (26/1/2026) 


Kelompok pemula umumnya terdiri dari masyarakat yang baru memasuki usia dewasa secara hukum (biasanya pelajar SMA/MA/SMK atau mahasiswa tingkat awal). Namun, definisi ini tidak berhenti pada batasan usia remaja saja. Dalam konteks yang lebih luas, pemilih pemula juga mencakup purnawirawan TNI/Polri yang baru pensiun. 


Mengapa demikian ?


Karena selama masa dinas aktif, anggota TNI dan Polri tidak memiliki hak pilih untuk menjaga netralitas. Begitu mereka kembali menjadi warga sipil (pensiun), mereka akan mendapatkan kembali hak pilihnya dan secara teknis dikategorikan sebagai pemilih pemula karena baru pertama kali (atau setelah sekian lama) akan mencoblos.


Menjelang Pemilu 2029, pemilih pemula diprediksi akan didominasi oleh Generasi Z akhir juga dapatGenerasi Alpha awal. Mereka adalah kelompok demografi yang tumbuh berdampingan dengan teknologi, memiliki akses informasi tanpa batas, dan cenderung memiliki pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya.


Syarat Menjadi Pemilih Pemula Berdasarkan Undang-Undang.


Hak memilih adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi, namun pelaksanaannya diatur oleh regulasi yang ketat. 


Sambungnya, sesuai aturan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, tidak semua orang bisa serta-merta masuk ke bilik suara. Syarat mutlak yang harus dipenuhi; Warga Negara Indonesia (WNI)

dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-elekronik),Genap Berusia 17 Tahun atau Lebih ketika usianya mencapai 17 tahun pada hari pemungutan suara Sudah/Pernah Kawin Undang-undang memberikan pengecualian batasan usia bagi mereka yang sudah menikah. 


Artinya, WNI yang belum berusia 17 tahun tetapi sudah menikah atau pernah menikah, Tidak Sedang Dicabut Hak Pilihnya  seseorang bisa hilang jika ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) yang mencabut hak politiknya. 


Bukan sedang Anggota TNI/Polri Aktif Hak pilih hanya berlaku bagi warga sipil atau purnawirawan (pensiunan).


Peran Pemilih Pemula dalam Pemilu 2029

Mengapa Bawaslu, termasuk bagian Bawaslu Provinsi Sumatera Utara (Masyarakat Sumatera Utara), menaruh perhatian sangat besar pada kelompok pemilih pemula. 


Kuantitas dan Kualitas. 


Secara kuantitas, pemilih pemula dan pemilih muda menyumbang persentase yang signifikan dalam Daftar Pemilih Tetap akan datang (DPT).


Peran strategis pemilih pemula adalah sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control (kontrol sosial). Dalam Pemilu 2029, suara pemilih pemula akan menentukan arah kebijakan strategis negara, mulai dari isu pendidikan, lapangan kerja, hingga wilayah lingkungan hidup.


Karakteristik pemilih pemula yang cenderung lebih idealis dan belum terkontaminasi oleh politik transaksional (politik uang) menjadi harapan baru bagi demokrasi yang lebih bersih. Antusiasme mereka dapat menjadi penular semangat bagi lingkungan sekitarnya, tutur Allen. 


Di daerah Provinsi Sumut  masyarakat termasuk jumlah terbanyak di Indonesia, peran pemilih pemula sangat vital untuk mendorong pembangunan daerah melalui pemilihan dan pemilu pada pemimpin yang visioner dan peduli pada kearifan lokal.


Tantangan Pemilih Pemula di Era Digital


Menjadi pemilih pemula di era digital bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, akses informasi mengenai rekam jejak calon pemimpin sangat mudah didapat. 


Namun, di sisi lain, kerentanan terhadap disinformasi juga sangat tinggi.


Tantangan terbesar yang dihadapi pemilih pemula adalah serbuan hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda yang masif di media sosial. Algoritma media sosial seringkali menciptakan echo chamber (ruang gema), di mana seseorang hanya mendapatkan informasi yang membenarkan pendapatnya sendiri tanpa melihat perspektif lain.


Selain itu, adanya kecenderungan yang apatisme atau sikap "golput" (golongan putih) karena merasa politik itu kotor atau suaranya tidak akan membawa perubahan. 


Pemilih pemula dituntut untuk tidak hanya pintar menggunakan gawai, tetapi juga cerdas memilah informasi (saring sebelum sharing). Peran Bawaslu dalam Edukasi Politik Gen Z dan Alpha dengan menyadari besarnya potensi sekaligus tantangan tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumut berkomitmen untuk terus melakukan pendidikan pemilih yang relevan dengan gaya anak muda. 


Pendekatan konvensional  kaku mulai ditinggalkan dan beralih ke metode yang lebih interaktif. Program seperti "Bawaslu Goes to School" atau "Bawaslu Goes to Campus" adalah wujud nyata upaya menjemput bola dalam meningkatkan Partisipatif. 


Dalam forum ini, Bawaslu tidak hanya berbicara soal teknis mencoblos, tetapi menanamkan nilai-nilai demokrasi substansial.


Bawaslu mengajarkan betapa pentingnya mengecek rekam jejak kandidat dan menolak politik uang dan ikut berpartisipasi dalam menjaga demokrasi secara benar dan adil.


Selain itu, Bawaslu juga memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan konten edukasi yang kreatif dan mudah dicerna. 


Tujuannya adalah membangun kesadaran bahwa memilih bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan untuk menentukan masa depan diri sendiri dan komunitas.


Bagi Bawaslu, pemilih pemula yang cerdas adalah investasi jangka panjang untuk kualitas demokrasi Indonesia.


Dari pembahasan di atas, kita dapat menarik benang merah bahwa pemilih pemula adalah garda terdepan dalam regenerasi demokrasi.


Status sebagai pemilih pemula bukan hanya soal usia yang bertambah atau status sipil yang berubah, melainkan tentang penerimaan mandat konstitusional untuk turut serta mengemudikan bangsa.


Menjelang Pemilu 2029, bekali diri Anda dengan informasi yang valid, tolak segala bentuk politik uang, dan jadilah pemilih yang rasional. Jangan biarkan hak istimewa ini hangus hanya karena ketidaktahuan atau sikap apatis. Ingatlah, tinta di jari kelingking Anda hanya bertahan sehari, tetapi dampak dari pilihan Anda akan dirasakan selama lima tahun ke depan, sebutnya. (JBR/66)

Minggu, 25 Januari 2026

Rutan Kelas I Medan Gelar Apel Pagi dan Gotong Royong Guna Memperkuat Disiplin



Medan | Elindonews.my.id

   

Sebagai bagian dari upaya penguatan disiplin, integritas, serta budaya kerja aparatur pemasyarakatan, Rutan Kelas I Medan melaksanakan apel pagi yang dirangkaikan dengan kegiatan gotongroyong. 


Apel dipimpin oleh Kepala Seksi Pengelolaan (Kasilola), Jekson Sihotang, dan diikuti oleh pejabat struktural serta pegawai staf Rutan Kelas I Medan, Sabtu (24/1/2026) 


Di sela-sela kegiatan tersebut, Dia menyampaikan pengarahan mengenai pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional, bertanggung jawab, serta konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai pemasyarakatan guna mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di lingkungan Rutan.


Usai apel, dilanjutkan dengan gotongroyong pembersihan halaman depan Rutan Kelas I Medan. Seluruh pegawai berpartisipasi aktif dengan memanfaatkan sarana dan prasarana kebersihan seperti sapu lidi, sapu ijuk, pengki, dan gerobak sorong, demi menciptakan lingkungan rutan yang bersih, rapi, dan nyaman. Kegiatan ini juga diikuti oleh para anak magang yang tengah melaksanakan praktik kerja di Rutan Kelas I Medan, sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan kerja.


Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh semangat, dan rasa kebersamaan sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kerja  bersih dan sehat, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. 


Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar hingga selesai pada pukul 08.30 WIB. 

(JBR/66)