Selasa, 31 Maret 2026

Berkedok Bimbel Program Khusus Dua Terdakwa Berhasil Raup rp4,5 M Uang Para Siswa


Terdakwa utama, Tika

Medan | Elindonews.my.id


Sidang perdana perkara pidana penipuan dan penggelapan dengan Terdakwa  Tika Yolanda Ramadani dan Abdul Suluh, dilaksanakan secara daring di Pengadilan Negeri Medan, Senin  30 Maret 2026.


Kedua terdakwa disebut telah melakukan penipuan terhadap puluhan siswa SLTA yang mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) di sekolah yayasan Jabsl Rahmah Mulia dengan istilah⁷ ptogram khusus. Dan sebagai pelaku utama adalah terdakwa Tika.


Awalnya, ketua yayasan H. Hardianto melalui kepala sekolah dan guru-guru menginginkan dilaksanakan Bimbel untuk membantu memudahkan para siswa mengikuti testing masuk ke perguruan tinggi negeri.


Untuk itu, Hardianto menyarankan agar dicari guru Bimbel yang berpengalaman untuk melatih para siswa. Sedangkan Hardianto membantu memfasilitasi dengan memberi tempat di sekolah yayasan miliknya.


Untuk melaksanakan Bimbel tersebut ditunjuklah pihak eksternal yaitu kedua terdakwa pada Agustus 2024. Namun dalam pelaksanaannya, kedua terdakwa melakukan penipuan terhadap siswa dengan janji bahwa setiap siswa dijamin bisa masuk ke perguruan tinggi negeri jika membayar uang puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah, tutur Hardianto dalam kesaksiannya.



Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi dari yayasan Jabal Rahmah Mulia saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizky Fajar  Babari SH bertanya kepada,

1. Ibrahim

2. Hary Pratama, guru disekolah SMA Jabal Rahmah Mulia. Jadi guru sejak tahun 2022. Dalam kesaksiannya menjelaskan, Pendaftaran bimbel dilakukan oleh terdakwa sebagai pelaksana bimbel dengab kepala sekolah Abdul Suluh.

3. Rozy, Kepala sekolah di Jabal Rahmah Mulia

4. Teruna,

Mendengar keterangan para saksi yang dilakukan secara daring itu, terdakwa membenarkan. Sidang dilanjutkan tanggal 9 April 2026.

E _01

Senin, 30 Maret 2026

Retribusi Sektor Pariwisata Samosir Sumbang PAD Rp 2,26 Miliar Selama Hari Libur



Samosir | Elindonews.my.id


Retribusi sektor pariwisata dari 16 objek wisata yang dikelola Pemkab Samosir, menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 2,26 miliar selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.


Pendapatan tersebut dihimpun dalam kurun waktu 12 hari, terhitung sejak 18 hingga 29 Maret 2026, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Samosir.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, mengatakan total kunjungan wisatawan mencapai 145.807  yang tersebar di 16 objek wisata yang dikelola pemerintah daerah. “Kontribusi terbesar terhadap PAD berasal dari retribusi sejumlah destinasi unggulan, seperti Air Mancur Menari di Waterfront Pangururan, Panorama Tele, dan Air Terjun Efrata,” ujar Tetty.


Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang turut berdampak positif dalam peningkatan perekonomian masyarakat seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyedia jasa akomodasi seperti hotel dan homestay.


Menurut Tetty, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan edukasi secara konsisten kepada para pelaku usaha pariwisata agar menjaga kualitas layanan, termasuk dalam hal penetapan harga.


“Hasilnya, selama masa liburan tidak ditemukan keluhan dari wisatawan, baik terkait harga menu di restoran maupun tarif akomodasi,” katanya.


Pemerintah Kabupaten Samosir berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.

=Singa laut=



Minggu, 29 Maret 2026

Reuni 60 Tahun SMPN 10/12 Medan, Dari Nostalgia Sekolah hingga Memperkuat Solidaritas Alumni




Medan  |  Elindonews.my.id

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai Temu Kangen dan Halal Bi Halal 60 Tahun Alumni SMP Negeri 10/12 Medan Angkatan 1966–2026 yang digelar di Le Polonia Hotel Medan, Jalan Sudirman, Sabtu (28/3/2026).


Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi latar emosional bagi ratusan alumni untuk kembali berkumpul, mempererat tali silaturahmi, sekaligus merawat persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.


Pertemuan ini menghadirkan suasana haru dan bahagia ketika para alumni lintas angkatan saling bersalaman, berpelukan, serta mengenang masa remaja di bangku sekolah.


Enam dekade perjalanan waktu tidak mampu memutus ikatan kebersamaan yang sejak awal dibangun dalam semangat persaudaraan.


Reuni ini menjadi ruang nostalgia sekaligus momentum memperkuat solidaritas antar alumni.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto (Angkatan 90), Ketua Ikatan Alumni SMPN 10/12 Medan Redwin R. Sembiring, Penasehat Yasfar dan Harry Permana, Ketua IKAL Jabodetabek Harris Harun, Ketua Panitia Bambang Kurnianto ST, seluruh pengurus kepanitiaan Angkatan 90 diantaranya Wiwit, Sri Murni, Susi Panggabean, Endang, Zam Zam Jamilah,S.H,.M.H serta ratusan alumni dari berbagai angkatan.


Ketua Panitia Bambang Kurnianto ST mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga upaya menjaga kekompakan alumni serta membuka lembaran baru melalui tradisi saling memaafkan di momen Idul Fitri.


Menurutnya, reuni 60 tahun menjadi bukti bahwa nilai persahabatan tetap hidup meski para alumni telah menempuh jalan kehidupan yang berbeda.


Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, S.IK., M.H., alumni Angkatan 90, atas dukungan dan kontribusinya sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.


"Melalui panitia, Mahmud Nazly menitipkan salam hangat kepada seluruh alumni karena berhalangan hadir secara langsung," katanya.


Sementara itu, Mayjen TNI Dody Triwinarto menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh alumni agar senantiasa mensyukuri perjalanan hidup dan terus menjaga nilai kebersamaan yang telah terbentuk sejak masa sekolah.


“Teruslah bersyukur sampai kita lupa cara untuk mengeluh,” pesannya yang disambut antusias para alumni.


Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan Halal Bi Halal sebagai simbol saling memaafkan serta penguatan hubungan kekeluargaan lintas generasi.


Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan lagu-lagu nostalgia yang menghadirkan gelak tawa sekaligus rasa haru.


Temu Kangen dan Halal Bi Halal 60 Tahun Alumni SMP Negeri 10/12 Medan menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tetap hidup, menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, serta membuka lembaran baru dalam perjalanan kebersamaan para alumni.(red)

Sabtu, 28 Maret 2026

Kapolres Samosir Bersama Yayasan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Tanam 620 Pohon




Samosir | Elindonews.my.id


Komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman pohon yang digelar di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir (28/3/26).


Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini diprakarsai oleh Yayasan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Provinsi Medan (KPKC OKPM) dalam rangka perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.


Penanaman pohon tersebut melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H, Anggota Komisi XIII DPR RI Drs. Rapidin Simbolon, M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, S.T., M.M, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir Joannes Krisdianto Marpaung, S.Kom.


Turut hadir pula sejumlah tokoh agama, aktivis lingkungan, dan masyarakat, seperti Pastor Walden Sitanggang, OFMCap selaku Ketua Satgas KPKC, Dr. Wilmar Eliezer Simanjorang dari Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PPDT), Bruder Sumitro Sihombing selaku Direktur JPIC, Pastor Guido Situmorang, serta Pastor Jupen Saragih bersama Dewan Paroki dan sekitar 70 warga setempat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sejumlah sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.



Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem, sehingga kegiatan penghijauan menjadi langkah nyata menjaga ciptaan Tuhan.


Anggota DPR RI Rapidin Simbolon menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai aset nasional yang strategis. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap lingkungan, bukan kepentingan politik.


Sementara itu, Dr. Wilmar Simanjorang mengingatkan bahwa hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, sehingga diperlukan langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang berdampak pada generasi mendatang.


Ketua Satgas KPKC, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, menyampaikan bahwa program penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis sekaligus komitmen berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, juga menegaskan pentingnya rehabilitasi lahan kritis secara berkelanjutan, khususnya di wilayah tangkapan air seperti Partukko Naginjang. Ia mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.


Menutup rangkaian sambutan, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam.


“Kami siap mendukung dan mengawal program penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.


Sebagai simbol dimulainya aksi penghijauan, dilakukan penyerahan dan penanaman pohon secara bersama-sama oleh para tamu undangan.


Sebanyak 620 batang pohon ditanam dalam kegiatan ini, terdiri dari 300 pohon kemenyan, 20 pohon beringin, 100 pohon mahoni, 150 pohon jengkol, dan 50 pohon durian.


Kegiatan yang berakhir pada pukul 12.45 WIB ini berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba.

Singa laut


Unit Reskrim Polsek Medan Kota Ringkus Dua Pemuda Spesialis Curanmor




MEDAN | Elindonews.my.id


Unit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil meringkus 2 orang laki-laki spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) di kawasan Jalan Bahagia By Pass, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota.


Kedua pelaku itu masing-masing, Wildan Jaki Hamdani alias Amek (19) warga Jalan Pasar III, Gang Sultan, Medan Tembung dan AG alias Adit (18) warga Perumnas Mandala, Medan Tembung.


Pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban Ramlan (51) dengan laporanber Polisi nomor : LP / B / 165 / III / 2026 / SPKT / POLSEK MEDAN KOTA / POLRESTABES MEDAN / POLDA SUMATERA UTARA.


Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan SH, MH melalui Kanit Reskrim Iptu Poltak M Tambunan SH, MH, menjelaskan pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 sekira pukul 09.00 Wib korban sampai dan memarkirkan sepeda motornya didepan toko di Jalan Bahagia By Pass No 8, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota sayangnya korban lupa mencabut kunci motornya. Sekira pukul 15.00 Wib korban keluar mendengar suara sepeda  motornya sudah raib dibawa kabur  pelaku.


"Atas kejadian tersebut pada hari Sabtu 28 Maret 2026 korban membuat laporan Polisi ke Polsek Medan Kota. Korban pun mengalami kerugian 1 unit sepeda motor Honda Beat warna coklat tahun 2023 nopol BK 6887 ALE," sebut Poltak Tambunan kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).


Lebih lanjut Poltak menuturkan, personil Reskrim Polsek Medan Kota mendapat informasi dari informan tentang keberadaan pelaku di seputaran Jalan Prima, Gang Duku, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Berbekal informasi tim Reskrim Polsek Medan Kota bergerak cepat menuju lokasi keberadaan pelaku tersebut.


"Pelaku kita temukan berada di dapur rumah sedang bermain HP dan 1 orang pelaku lainya berada dalam kamar rumah. Tim langsung mengamankan kedua pelaku dan dilakukan pengembangan ke rumah penampung sepeda motor curian bernama Memek. Namun, pelaku (penampung) tidak berada dirumah," bebernya.


Dari hasil interogasi, pelaku mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di beberapa tempat dan uang hasil aksi kejahatannya digunakan untuk bermain judi dan berpoya-poya.


"Sepeda motor yang dicuri pelaku dari Jalan Bahagia By Pass itu dijual seharga Rp 4 juta dan dibagi dua dengan rekannya serta digunakan untuk poya-poya. Pelaku juga mengaku sudah melakukan aksi curanmor di beberapa tempat," tandasnya.


Kedua pelaku berikut barang bukti berupa, 1 unit sepeda motor Beat warna hitam hijau BK 5295 AIN (kendaran yang digunakan saat mencuri) dan 1 buah kunci T serta 2 buah anak kunci T diboyong ke Polsek Medan Kota guna pemeriksaan lebih lanjut. 

(Roi)

Dirpamintel Ditjenpas Tinjau Ketahanan Pangan dan Laksanakan Monev Pengamanan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku


Batubara  |  Elindonews.my.id

Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Tatan Dirsan Atmaja, melaksanakan peninjauan program ketahanan pangan di Lahan Air Joman sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) aspek pengamanan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Kamis (26/3).


Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut bertujuan memastikan program pertanian berjalan optimal serta menilai penerapan standar keamanan dan kesiapsiagaan petugas sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.


Dalam peninjauan di Lahan Air Joman, Dirpamintel memberikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Labuhan Ruku dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi area pertanian produktif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.


Tercatat sebanyak 3.100 tanaman pisang serta 75 kilogram bibit jagung tumbuh dengan baik dan memberikan nilai positif bagi penguatan program ketahanan pangan sekaligus peningkatan keterampilan warga binaan.


Menurut Tatan Dirsan Atmaja, pemanfaatan lahan produktif merupakan langkah strategis dalam mendukung pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pidana.


Selain meninjau sektor pertanian, Dirpamintel juga melaksanakan monitoring dan evaluasi sistem pengamanan guna memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).


Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pengamanan meliputi pengecekan senjata api dan amunisi, pemeriksaan jadwal piket petugas pengamanan, serta peninjauan langsung kondisi blok hunian warga binaan.


Hasil monitoring menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pengamanan di Lapas Labuhan Ruku berada dalam kondisi baik dan mendukung pelaksanaan tugas pengamanan secara optimal.


“Secara umum, sarana dan prasarana pengamanan sudah memadai dan pelaksanaan tugas pengamanan telah berjalan sesuai SOP. Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Tatan Dirsan Atmaja.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Dirpamintel Ditjenpas.


Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi bentuk dukungan nyata dari Ditjenpas dalam meningkatkan kualitas pengamanan serta pelaksanaan pembinaan di Lapas.


“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Monev yang dilakukan memberikan banyak masukan konstruktif guna memperkuat sistem keamanan, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, sekaligus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui pertanian di Lahan Air Joman,” ujar Hamdi Hasibuan.


Melalui kegiatan ini, Lapas Labuhan Ruku berkomitmen terus memperkuat tata kelola pengamanan dan pembinaan secara profesional, akuntabel, serta selaras dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang produktif dan humanis. (F_01/r) 

Jumat, 27 Maret 2026

KPPU Jatuhkan Sanksi Denda Rp.755 M Terhadap 97 Pinjol Bersalah



Jakarta | Elindonews.my.id


KPPU menjatuhkan sanksi total denda sebesar Rp755 miliar kepada 97 Terlapor Pinjol. Putusan ini dibacakan dalam sidang Majelis Komisi yang dipimpin oleh Rhido Rusmadi sebagai Ketua Majelis Komisi, bersama M. Fanshurullah Asa, Aru Armando, M. Noor Rofieq, Gopprera Panggabean, Hilman Pujana, Mohammad Reza, Eugenia Mardanugraha, dan Budi Joyo Santoso selaku Anggota. 


Putusan, yang dijatuhkan tanggal 26 Maret 2026 ini, juga menandai berakhirnya salah satu perkara persaingan usaha terbesar yang pernah ditangani KPPU, baik dari sisi jumlah terlapor maupun luasnya dampak terhadap masyarakat.


Berdasarkan fakta-fakta dan bukti persidangan, Majelis Komisi menyatakan bahwa 97 Terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait layanan pinjam meminjam Uang atau Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Fintech P2P Lending) di Indonesia, yang telah dilaksanakan pada hari ini, di ruang sidang gedung RB Supardan, Jakarta.


Dalam putusan, Majelis Komisi memutuskan antara lain:

1. Menyatakan Terlapor I sampai dengan Terlapor XCVII, terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 

2. Menghukum Terlapor I sampai dengan Terlapor XCVII dengan total denda sebesar Rp755 miliar.

=redaksi=



Kamis, 26 Maret 2026

‎Polda Sumut Bongkar Judi Online Skala Besar di Apartemen, Omzet Fantastis

 



‎Medan  |  Elindonews.mi.id

Polda Sumatera Utara berhasil membongkar praktik judi online yang telah beroperasi selama dua tahun di Apartemen Royal Condominium, Jalan Palang Merah, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Dari pengungkapan ini, polisi menetapkan 19 orang sebagai tersangka dengan total keuntungan jaringan mencapai sekitar Rp7 miliar.

‎

‎Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Kombes Pol Bayu Wicaksono, mengatakan para pelaku diamankan dari dua lokasi berbeda di dalam apartemen tersebut.

‎

‎“Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan 19 orang operator judi daring dari dua tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

‎

‎Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Selasa (17/3/2026) setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam. Dari hasil pemeriksaan, jaringan ini diketahui telah meraup keuntungan miliaran rupiah.

‎

‎“Keuntungan yang berhasil dikumpulkan jaringan ini kurang lebih mencapai Rp7 miliar,” jelasnya.

‎

‎Kasus ini terbagi dalam dua laporan polisi. Pada TKP pertama di kamar 705, terdapat delapan tersangka, yakni TR alias Rama, NU alias Tasya, AA alias Anggi, LAP alias Lisa, RH alias Rika, MI alias Arif, TL alias Tom, dan RS alias Reza.

‎

‎Para pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari pemasaran hingga promosi di media sosial. TL diketahui berperan sebagai search engine marketing. RH dan MAI bertugas mengecek OTP serta tautan internet positif. Sementara AA, TR, NU, dan LAP berperan sebagai telemarketing, serta RS sebagai operator konten untuk promosi di Instagram, TikTok, dan Facebook.

‎

‎Dari lokasi ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa komputer, ponsel, serta ribuan kartu SIM yang digunakan untuk mendukung aktivitas perjudian.

‎

‎Sementara itu, pada TKP kedua di kamar 1005 dan 601, polisi mengamankan 11 tersangka lainnya. Salah satu tersangka berinisial BH diketahui berperan sebagai pimpinan atau pengawas jaringan.

‎

‎“BH menerima bayaran paling besar, yakni Rp20 juta per bulan,” ungkap Bayu.

‎

‎Secara keseluruhan, para tersangka menerima upah bervariasi, mulai dari Rp4 juta hingga Rp20 juta per bulan, tergantung peran dan lama bekerja.

‎

‎Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mempromosikan judi online melalui media sosial serta pesan berantai di WhatsApp. Mereka juga melakukan blasting pesan untuk menarik minat masyarakat.

‎

‎“Modusnya mempromosikan judi daring melalui WhatsApp, Instagram, dan Facebook, serta meyakinkan korban bahwa permainan tersebut menguntungkan,” katanya.

‎

‎Setiap bagian pemasaran bahkan ditargetkan untuk mendapatkan deposit minimal Rp1 juta per hari dari para pemain.

‎

‎Untuk mengelabui aparat, para pelaku tinggal di apartemen tersebut sehingga aktivitas mereka tidak mudah terdeteksi.

‎

‎Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Saat ini, seluruh tersangka telah ditahan di Rutan Polda Sumut guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

‎

‎“Mereka dijerat Pasal 426 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara,” pungkasnya. (F_01) 

Program Bedah Rumah, Menteri PKP Maruarar Sirait Kunker ke Samosir



Samosir | Eindonews.my.id


Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir untuk meninjau langsung lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo,  (25/3/26).


Kunjungan tersebut membawa kabar baik bagi masyarakat Samosir.  Sebanyak 556 unit rumah akan mendapat program bedah rumah BSPS pada tahun anggaran 2026.


“Untuk Samosir, bedah rumah 556 unit untuk tahun 2026. Ini kenaikan besar. Tahun ini anggaran ditingkatkan oleh Presiden, jadi harus dicek benar masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Maruarar.


Tak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Kementerian PKP, Pemerintah Kabupaten Samosir juga memperoleh program penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare. Penanganan tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Desa Tomok seluas 29,86 hektare yang mencakup 12 perkampungan, serta Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare yang mencakup 13 perkampungan. Dari total 556 unit BSPS, sebanyak 56 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak, sesuai usulan Bupati Samosir.


Saat meninjau kawasan Lumban Sinaga, Maruarar sempat berdialog dengan warga, Rani Situmeang. Setelah melihat langsung kondisi rumah adat milik keluarga tersebut, ia langsung mengisyaratkan agar rumah itu direnovasi.


Rani pun tak kuasa menahan haru dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.


“Negara hadir untuk memberi  rumah yang layak huni bagi masyarakat . Apalagi Samosir ini daerah pariwisata, rumah adat harus dijaga. Bisa juga dengan gentengnisasi untuk atap agar tidak terlalu panas,” tambah Maruarar.


Berdasarkan data, jumlah rumah tidak layak huni di Samosir mencapai 3.080 unit. Maruarar optimistis penanganannya dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.


“Saya kira dalam tiga tahun bisa tuntas. Ngurus rakyat itu sepenuh hati, bukan hanya bangunan, tapi juga harus memikirkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Program penataan kawasan kumuh tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, paving blok, penyediaan tong sampah, penataan kawasan permukiman, hingga pemasangan lampu jalan. Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Mei 2026.


Maruarar menegaskan agar seluruh program tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.


“Kawasan yang ditata harus betul-betul yang kumuh. Dicek benar, jangan sampai tidak tepat sasaran. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.


Ia juga menambahkan, program perumahan diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dalam menjalankan program ini diperkirakan akan menyerap 200 tenaga kerja.


“Bapak Presiden yakin program ini akan menggerakkan ekonomi. Mulai dari panglong, tukang, hingga buruh akan merasakan dampaknya,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Maruarar turut mengapresiasi kinerja Pemkab Samosir yang dinilai responsif dan antusias dalam mendukung program tersebut.


Selain meninjau program perumahan, Menteri PKP juga melihat langsung kegiatan pembersihan eceng gondok di Danau Toba yang dilakukan komunitas Sabam Sirait Peduli. Kegiatan tersebut telah berjalan selama satu tahun lima bulan, dengan dukungan pembiayaan dari keluarga Maruarar, termasuk pemberian upah Rp150 ribu per hari bagi masyarakat yang terlibat.


“Kita senang melihat anak muda yang punya idealisme merawat Danau Toba. Ini perlu kerja sama semua pihak,” ujarnya.


Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri PKP ke Samosir. 


“Kehadiran Bapak Menteri PKP membawa dampak nyata bagi masyarakat Samosir, khususnya dalam pemenuhan rumah layak huni dan penataan kawasan permukiman. Ini sangat kami butuhkan,” ujar Vandiko.


Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen menyukseskan seluruh program ini dengan memastikan data penerima akurat, pelaksanaan tepat waktu, serta hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami juga berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata Samosir,” tambahnya.

=Singa laut=

Selasa, 24 Maret 2026

H ÷ 2 Wisatawan yang Berkunjung ke Samosir Melonjak




Samosir | Elindonews.my.id


Memasuki H+2 libur Idul Fitri 2026, arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir semakin meningkat. Lonjakan kendaraan roda dua dan roda empat terpantau padat dari jalur darat menuju kawasan wisata, khususnya di wilayah Tele,(23/3).


Kepadatan kendaraan membuat petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, serta Pemerintah Kabupaten Samosir harus bekerja ekstra hingga malam hari. Meski demikian, arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan dengan baik.


Para petugas terlihat mengurai kemacetan secara humanis, sehingga kendaraan wisatawan yang masuk dan keluar dari Samosir tetap berjalan lancar.


Padatnya arus kendaraan ini bukan disebabkan oleh arus mudik maupun arus balik, melainkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama libur Lebaran.


Berdasarkan data sementara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, jumlah kunjungan wisatawan pada 15 objek wisata yang dikelola Pemkab Samosir mencapai 65.354 kunjungan sejak 18 hingga 23 Maret 2026 (libur hari raya Nyepi dan Idul Fitri).


Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1.024.134.000 dalam kurun waktu enam hari.


Vania, salah seorang wisatawan, mengaku sengaja membawa keluarganya berlibur ke Samosir saat mudik ke Medan dari Bandung.


Ia berencana menghabiskan waktu selama dua hari untuk menikmati keindahan alam Samosir.


"Saya dan keluarga akan menginap selama dua hari di Samosir. Tadi kami sudah menikmati pertunjukan air menari, pokoknya keren," ujarnya saat menikmati kuliner di  food court WFC 


Melihat padatnya pengunjung, wisatawan asal Asahan Muhammad Salmon  mengaku bersyukur masih mendapatkan penginapan meski sederhana. Ia yang baru pertama kali berkunjung ke Samosir mengaku terkesan dengan keindahan alam dan kuliner yang ditawarkan.


"Alamnya indah, kulinernya bagus dan harganya standar," ungkapnya.


Melihat adanya iklan yang tampil pada pertunjukan air menari, ia bahkan berencana memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memberikan ucapan ulang tahun kepada anaknya.


Lonjakan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Samosir yang terus menunjukkan geliat. Objek Wisata Menara Pandang Tele dan Water Front Pangururan masih tetap menjadi primadona bagi wisatawan.

Singa laut 


Minggu, 22 Maret 2026

Heboh di Plaza Medan Fair, Wanita Diduga Lompat dari Lantai Empat ‎


Diduga seorang wanita bunuh diri lompat dari lantai empat Carrefour Medan Fair. (Foto/dok) 


‎Medan  |  Elindonews.my.id

Pengunjung pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair mendadak heboh setelah seorang wanita diduga melakukan aksi bunuh diri, Minggu (22/03/2026).

‎

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, wanita yang identitasnya belum diketahui itu diduga melompat dari lantai empat gedung. Korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.

‎

‎Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna biru tua, celana jeans hitam, serta memakai sepatu putih. Ia juga terlihat membawa tas berwarna putih.

‎

‎Sejumlah pengunjung yang menyaksikan kejadian tersebut sempat merekam dan menyebarkannya di media sosial hingga viral. Dalam video yang beredar, terdengar suara warga menyebutkan, “Kejadian bunuh diri di Carrefour (Plaza Medan Fair).”

‎

‎Kapolsek Medan Baru, Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab kejadian maupun kondisi terkini korban. (F_01).

1.054 Warga Binaan Lapas Binjai Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, 13 Orang Langsung Bebas

Foto/ist


Binjai  |  Elindonews.my.id

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai melaksanakan pemberian Remisi Khusus (RK) bagi narapidana serta Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK) bagi anak binaan, Sabtu (21/03/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan, yang secara simbolis menyerahkan remisi kepada perwakilan warga binaan di lingkungan lapas.


Dalam sambutannya, Kalapas menegaskan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan dari negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif, serta aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang diberikan.


“Remisi ini adalah hak warga binaan sekaligus bentuk apresiasi negara atas komitmen mereka dalam menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Wawan.


Adapun jumlah warga binaan yang menerima Remisi Khusus Idul Fitri tahun ini sebanyak 1.054 orang, dengan rincian Remisi Khusus I (RK I) sebanyak 1.041 orang dan Remisi Khusus II (RK II) sebanyak 13 orang.


Sebanyak 13 warga binaan yang memperoleh RK II dinyatakan langsung bebas pada hari tersebut setelah mendapatkan pengurangan masa pidana.


Suasana penyerahan remisi berlangsung tertib dan penuh haru.


Kebahagiaan tampak jelas dari wajah para warga binaan, khususnya mereka yang mendapatkan kesempatan untuk kembali ke tengah keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri.


Pemberian remisi ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas Kelas IIA Binjai berjalan optimal dan mampu memberikan harapan baru bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.


Melalui momentum ini, diharapkan seluruh warga binaan semakin termotivasi untuk terus berperilaku baik, menaati peraturan, serta aktif mengikuti program pembinaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah bebas. (F_01/r) 

Kamis, 19 Maret 2026

Geger! Kepling di Medan Barat Terseret Kasus Sabu, 19 Adegan Direka Ulang Polisi

Pra rekonstruksi kasus peredaran sabu yang melibatkan kepling digelar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Rabu (18/3/2026). (Foto/ist) 


Medan  |  Elindonews.my.id

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggelar pra rekonstruksi kasus peredaran narkotika jenis sabu yang melibatkan seorang kepala lingkungan (kepling), di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Gang Indah, Lingkungan 13, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Rabu (18/3/2026).

‎

‎Kegiatan pra rekonstruksi tersebut dipimpin langsung Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, didampingi Wakasat Kompol Abdi Harahap serta para Kanit Idik.

‎

‎Kasat Narkoba menjelaskan, pra rekonstruksi ini dilakukan untuk mencocokkan hasil pemeriksaan penyidik dengan fakta di lapangan. Dalam proses tersebut, sebanyak 19 adegan diperagakan, termasuk saat penggerebekan dan penangkapan tersangka.

‎

‎“Dalam penggerebekan, satu orang yang diduga kepling lainnya berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.

‎

‎Ia menegaskan, pemberantasan peredaran narkoba merupakan bagian dari perhatian pemerintah yang tertuang dalam program Asta Cita, serta menjadi prioritas aparat penegak hukum.

‎

‎Keberhasilan pengungkapan kasus ini, lanjutnya, merupakan hasil sinergi antara Polrestabes Medan, Polsek jajaran, serta dukungan informasi dari masyarakat dan media.

‎

‎Dalam kasus ini, petugas menangkap tersangka MF (40), seorang kepling yang berdomisili di kawasan Jalan Kolonel Yos Sudarso. Ia ditangkap pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

‎Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa tiga plastik klip berisi sabu seberat 298,29 gram, satu plastik klip sabu seberat 0,92 gram, serta satu unit ponsel Android.

‎

‎Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas sebelumnya menerima informasi adanya aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut. Salah satu anggota kemudian melakukan penyamaran sebagai pembeli dan bertransaksi dengan tersangka MF.

‎Saat transaksi berlangsung, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan, hingga ditemukan barang bukti sabu dalam jumlah besar.

‎Dari hasil interogasi, tersangka mengaku memperoleh sabu dari seorang berinisial AN dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan. Ia membeli sabu seharga Rp75 juta dan memperoleh keuntungan sekitar Rp3 juta.

‎

‎Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana telah disesuaikan dalam peraturan terbaru, dengan ancaman hukuman berat.

‎

‎Polisi menegaskan, tersangka merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika dan proses pengembangan kasus masih terus dilakukan. (F_01) 

Rabu, 18 Maret 2026

BI Kerja Sama Dengan 8 Kampus Di Sumut Perkuat SDM Mahasiswa Lewat Bea Siswa



Medan | Elindonews.my.id


Bank Indonesia (BI) menjalin kerja sama penyediaan beasiswa dengan delapan perguruan tinggi di Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan literasi kebanksentralan di kalangan mahasiswa.


Delapan perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Medan Area, Universitas Pembangunan Panca Budi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Politeknik Negeri Medan, serta Universitas HKBP Nommensen.


Kepala Perwakilan BI Sumut , Rudy Brando Hutabarat, mengatakan kerja sama ini merupakan kolaborasi strategis dalam membangun SDM unggul dan berdaya saing.


“Kerja sama ini tidak hanya sebatas penyaluran beasiswa, tetapi juga mencakup penguatan literasi kebanksentralan, peningkatan kapasitas akademik, serta pemberdayaan mahasiswa,” ujar Rudy usai penandatanganan kerja sama di Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara, Medan, Selasa (17/3/2026).


Ia menegaskan, peran SDM kini menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menggantikan ketergantungan pada sumber daya alam. Karena itu, mahasiswa sebagai generasi muda perlu dibekali pemahaman ekonomi dan kebijakan moneter agar mampu berkontribusi nyata di masa depan.


Lewat kerja sama ini pula, BI juga mendorong keterlibatan mahasiswa di 8 perguruan tinggi tersebut dalam mendukung sektor riil, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih produktif dan siap mengakses pembiayaan.


Menurut Rudy, sinergi antara BI dan perguruan tinggi penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang terintegrasi sekaligus mendukung program hilirisasi dan penguatan ekonomi daerah di Sumatera Utara.


“Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kontribusi nyata bagi pembangunan,” katanya.


Melalui kerja sama ini, BI akan memberikan beasiswa kepada puluhan hingga ratusan mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi. Ini merupakan tahun ke-13 Bank Indonesia menyediakan beasiswa untuk para mahasiswa.


Adapun besaran beasiswa mencapai Rp1 juta per bulan per mahasiswa dan diberikan maksimal hingga empat semester dengan evaluasi setiap dua semester. Program ini terbuka bagi mahasiswa dari program studi Ekonomi dan Bisnis, Sains dan Teknologi, Matematika, hingga Ilmu Sosial.

=tpm/rel=


Lapas Kelas IIA Binjai Laksanakan Fogging, Perkuat Pencegahan DBD di Lingkungan Hunian Warga Binaan



Binjai  |  Elindonews.my.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman melalui pelaksanaan fogging secara menyeluruh di kamar blok hunian warga binaan serta area rawan nyamuk Aedes aegypti, Rabu pagi (18/03/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Rudi Icuana Sembiring, bersama jajaran petugas yang bergerak terkoordinasi memastikan seluruh area hunian terjangkau.


Fogging dilakukan sebagai bagian dari strategi deteksi dini dan langkah preventif dalam mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), khususnya di lingkungan dengan tingkat hunian yang padat.


Selain pengasapan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik genangan air dan area lembap yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sebagai bagian dari pengendalian lingkungan yang terpadu.


Kalapas Wawan Irawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi arahan pimpinan dalam menjaga kualitas layanan pemasyarakatan, khususnya pada aspek kesehatan dan kebersihan.


“Ini adalah langkah konkret kami dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warga binaan dan petugas, serta memastikan lingkungan lapas tetap bersih, sehat, dan layak huni,” ujarnya.


Sementara itu, Ka KPLP Rudi Icuana Sembiring menyampaikan bahwa kegiatan fogging akan dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, seiring dengan peningkatan disiplin kebersihan di dalam blok hunian.


Selain itu, pihak lapas juga terus memberikan edukasi kepada warga binaan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, guna mencegah penyebaran penyakit serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berintegritas. (F_01/r) 

Sinergi Tanpa Batas, Lapas Binjai dan Polres Binjai Perkuat Kolaborasi




Binjai  |  Elindonews.my.id

Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan sinergitas antar aparat penegak hukum, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai melaksanakan kunjungan ke Polres Binjai.


Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan, dan disambut hangat oleh Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, bersama jajaran.


Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara Lapas dan Kepolisian.


Kedua belah pihak juga saling bertukar pandangan terkait pentingnya menjaga koordinasi dan kerja sama dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.


Kalapas Binjai menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi yang harmonis antarinstansi.


Sementara itu, Kapolres Binjai menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap hubungan yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan ke depannya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kelembagaan antara Lapas Kelas IIA Binjai dan Polres Binjai semakin erat, serta mampu menciptakan kolaborasi yang solid dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. (Foto/ist) 

Motif Terungkap!!!..Pelaku Bunuh Wanita dalam Box Karena Ditolak Seks Menyimpang

 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, peristiwa tragis pembunuhan wanita dalam Box. (Foto/dok) 


Medan  |  Elindonews.my.id

Misteri pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan yang jasadnya ditemukan di dalam box kontainer plastik di kawasan Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Rahmadani Siagian (20), seorang perantau asal Kabupaten Labuhan batu Utara yang bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan.


Polisi mengungkap kasus tersebut merupakan rangkaian tiga tindak pidana sekaligus, yakni pembunuhan, kekerasan seksual, dan pencurian dengan kekerasan.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, peristiwa tragis itu bermula dari pertemuan korban dengan tersangka utama berinisial SAN (19).


“Di TKP ini terjadi tiga jenis tindak pidana. Yang pertama pembunuhan, kedua pencurian dengan kekerasan, dan yang ketiga kekerasan seksual,” kata Calvijn saat memaparkan ungkapan kasus tersebut di Gedung Rupatama Mapolrestabes Medan, Selasa (17/3/2026).


Berawal dari Janji Ketemuan Melalui Aplikasi


Berdasarkan hasil penyelidikan, pada 9 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka SAN (23) berkomunikasi dengan korban untuk bertemu. "Keduanya berkenalan dari sebuah aplikasi. Nah, dari situ keduanya janjian ketemuan," kata Calvijn.


Keduanya kemudian bertemu di depan sebuah warung kopi yang berada tidak jauh dari tempat kos korban. Setelah itu mereka berbuka puasa bersama di sebuah rumah makan, sebelum akhirnya menuju kamar C4 sebuah hotel OYO di Medan Denai.


Di kamar hotel, keduanya melanjutkan dengan hubungan badan. Beberapa saat kemudian, tersangka SAN kembali mengajak untuk melakukan hubungan seks, namun kali ini hubungan seks yang menyimpang. Saat itu korban menolak. Polisi menyebut, seluruh aktivitas masuknya tersangka dan korban ke kamar hotel tersebut terekam kamera pengawas (CCTV).


“Korban menolak ajakan tersebut. Karena sakit hati dan emosi, tersangka kemudian memiting dan melilit leher korban menggunakan selendang hingga korban tidak berdaya,” jelas Calvijn.


Di bagian kepala korban juga terdapat luka memar yang diduga mendapatkan luka pukulan beda tumpul sehingga korban mengeluarkan darah dari hidung.

Setelah korban dalam kondisi kritis, tersangka justru melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap korban.


Tidak berhenti di situ, tersangka juga mengambil barang milik korban berupa handphone dan cincin, yang kemudian dibawa pergi. “Setelah itu tersangka meninggalkan kamar hotel dan menginap di rumah pacarnya,” tambah Calvijn.


Jasad Dimasukkan ke Goni


Keesokan harinya, 10 Maret 2026, tersangka kembali ke hotel untuk memastikan kondisi korban.

Ia datang dengan membawa karung goni plastik yang sebelumnya dibeli di sebuah toko pakan burung. Sedangkan bok kontainer dibawa masuk dari belakang saat tidak ketahui petugas dan pengunjung OYO.


Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, tersangka kemudian membungkus tubuh korban menggunakan selimut dan sprei hotel, lalu memasukkannya ke dalam karung goni, selanjutnya dimasukkan ke dalam box kontainer.


Untuk memindahkan jasad korban, tersangka SAN meminta bantuan temannya SHR (23). Denga eda motor, mereka membawa jasad korban ke kawasan pinggiran sungai di Jalan Menteng VII, Medan Denai.


"Dari penemuan itu, kita ketahui bahwa jasad korban di daam box ditutupi selimut dan sal bertuliskan penginapan OYO, dan kita telusuri keberadaan OYO yang tidak jauh dari loks ternyata benar," ungkap Kapolrestabes.


Beberapa jam petugas melakukan penyelidikan, akhirnya identitas pelaku utama SAN dan rekannya yang berprofesi sebagai ojek online (Ojol) Gojek diketahui. Polisi lngsung memburu SAN yang berhasil diringkus d rumah pacarnya. Sedangkan SHR ditangkap di tempat kostnya.


"SHR diamankan di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, sementara SAN ditangkap di kawasan Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan," pungkasnya. (F_01/r) 

Selasa, 17 Maret 2026

Pererat Silaturahmi Ramadhan, Keluarga Besar Pelita Konstitusi Gelar Buka Puasa Bersama

Keluarga besar Pelita Konstitusi saat mengabadikan momen foto bersama. (Foto/dok) 


Medan  |  Elindonews.mi.id

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan, keluarga besar Law Office Pelita Konstitusi menggelar kegiatan buka puasa bersama di Rumah Makan Seafood 99 di jalan Sei Belutu Medan. Selasa, (17/03/2026). 

‎

‎Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota, pengurus, serta keluarga besar Pelita Konstitusi dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Nuansa kekeluargaan begitu terasa, di mana seluruh yang hadir saling menyapa sebagai sahabat, mempererat hubungan emosional yang telah terjalin.

‎

‎Selain menjadi ajang berbagi kebersamaan, momen buka puasa ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas serta menjalin komunikasi yang lebih erat antar sesama anggota Pelita Konstitusi.

‎

‎Direktur Utama Pelita Konstitusi, Dongan Nauli Siagian, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai upaya menjaga kekompakan organisasi dan mempererat hubungan kekeluargaan.

‎

‎“Melalui kegiatan ini, kami berharap hubungan kekeluargaan antar anggota semakin kuat, sehingga Pelita Konstitusi tetap solid dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat,” ujarnya.

‎

‎Acara berlangsung penuh kehangatan, diawali dengan tausiah singkat, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, dan ditutup dengan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan.

‎

‎Melalui kegiatan ini, Pelita Konstitusi bersama keluarga besarnya menunjukkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta semangat persaudaraan, khususnya di momen penuh berkah bulan Ramadhan. (F_01) 

Forkopimda Samosir Pastikan Pos Ops Ketupat Toba 2026 Siap Layani Masyarakat dan Wisatawan



Samosir | Elindonews.my.id


Dibentuk Menjadi Dua Tim, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan dalam rangka Operasi Ketupat Toba 2026 (17/3). 


Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


Kegiatan Monitoring dipimpin Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H bersama Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom, S.T, Ketua DPRD Nasib Simbolon, serta unsur Forkopimda lainnya. 


Turut hadir Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, jajaran TNI, Polri, pimpinan OPD, hingga Bhayangkari Cabang Samosir.


Kegiatan diawali pukul 10.30 WIB di Rumah Dinas Bupati Samosir dengan pembagian dua tim monitoring. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Pos Pelayanan Simpang 4 HKBP Bolon Pangururan untuk mengecek situasi kamtibmas, kesiapan personel, serta sarana prasarana, sekaligus menyerahkan bingkisan kepada petugas.


Tim I yang dipimpin langsung oleh Bupati Samosir bersama Kapolres dan unsur Forkopimda lainnya menyasar wilayah Kecamatan Pangururan dan Simanindo. 


Sejumlah titik strategis dikunjungi, mulai dari Pos Pelayanan Parbaba, Pelabuhan Simanindo, Ambarita, hingga Tomok.


Forkopimda memberikan arahan tegas kepada petugas agar menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), mengutamakan keselamatan masyarakat, serta memberikan pelayanan yang humanis dan profesional, khususnya di kawasan pelabuhan dan objek wisata yang menjadi pusat mobilitas wisatawan.


“Pelaksanaan tugas ini adalah bentuk pengabdian. Jaga kekompakan, kesehatan, serta sinergitas antarinstansi agar pelayanan berjalan optimal,” tegas unsur pimpinan Forkopimda dalam arahannya.


Sementara itu, Tim II yang dipimpin Wakil Bupati Samosir bersama jajaran terkait melakukan monitoring di wilayah Kecamatan Harian, Nainggolan, dan Onan Runggu. Sejumlah pos yang dikunjungi antara lain Simpang Gotting, Menara Pandang Tele, Simpang 3 Tele, hingga Pelabuhan Sipinggan.


Fokus utama tim ini adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama di jalur rawan seperti Tele–Pangururan dan kawasan wisata. 


Petugas diminta aktif melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan.


“Kami minta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi lintas instansi, agar arus kendaraan masyarakat dan wisatawan tetap aman dan lancar,” ujar Wakil Bupati dalam arahannya.


Plt Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan personel, fasilitas, serta pola pelayanan selama perayaan Idul Fitri.


“Monitoring ini juga sebagai dukungan moril kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan, demi menjamin kelancaran arus lalu lintas, kenyamanan wisatawan, serta keamanan masyarakat selama perayaan Lebaran,” ujarnya.


Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Samosir masih terpantau aman dan lancar. Peningkatan jumlah kendaraan belum signifikan, serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Samosir dalam kondisi aman.


Dengan sinergi lintas instansi yang terus diperkuat, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 di Kabupaten Samosir dapat berjalan optimal, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Singa laut

Ketua DPC SBNI Murung Raya Minta Disnakertrans Tindak Perusahaan Yang Telat Membayar THR



Murung Raya | Elondonews.my.id


DPC SBNI (Serikat Buruh Nasionalis Indonesia) minta agar Disnakertrans Murungraya segera menegur atau menindak perusahaan-perusahaan yang belum membayarkan THR Karyawan. Karena sampai saat ini masih  banyak keluhan Karyawan / Buruh ke SBNI yang belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) Kabupaten Murung Raya melalui Whatsap maupun langsung ke kantor, 


Semua informasi ditampung untuk bisa mengetahui berapa Perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban dan di nilai melanggar himbaun daei Kementrian Ketenaga kerjaan yang harus tepat waktu membanyarkan THR.


Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC SBNI Sukerman pada tanggal 17/03/2026, kepada awak media di kantornya, jln Bondang l No 49,Kel.Beriwit,Kec.Murung ,Kab.Murung Raya,Prov.Kalimantan Tengah.


Ketua DPC SBNI sangat menyesalkan dengan keterlambatan dan bahkan ada satu perusahaan yg mengeluarkan memo bahwa THR akan di bayarkan Habis Lebaran.


Ketua DPC SBNI mengharapkan kepada Pemerintahan daerah dan Disnakertrans Kabupaten Murung Raya bisa menindak tegas Pihak pihak Perusahaan yang nakal dan tak mematuhan Undang Undang Ketenaga Kerjaan.


Karena THR di butuhkan untuk memenuhi kebutuhan lebaran bukan malah sebaliknya.


Karyawan/Buruh berharap penuh kepada Pemda dan Disnertrans Kabupaten Murung Raya bisa langaung terjun kelapangan dan mendengar keluhan dari Karyawan/ Buruh yang selama ini jarang di dengar.


Karyawan butuh perlindungan penuh dari Pihak Disnakertrans Murung Raya agar tidak teejadi ketimpangan dalam merapkan keadilan untuk para Karyawan Buruh yang bekerja di Peeusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Murung Raya ini.

=Kerman Mura=

Pemuda Pancasila Medan Sunggal Tak Pernah Lelah Berbagi, Ratusan Warga Kembali Terima Takjil dan Sembako di Ramadhan 1447 H



Medan  |  Elindonews.my.id

Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terus ditunjukkan jajaran PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal.


Setelah beberapa hari sebelumnya membantu ratusan masyarakat melalui pembagian takjil di Simpang Manhattan serta menggelar buka puasa bersama di markas organisasi, kini kegiatan sosial itu kembali dilaksanakan dengan penuh kehangatan dan kepedulian, Senin (16/03/2026).



Bertempat di Kantor Sekretariat PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal di Jalan Sunggal, ratusan pengguna jalan dan masyarakat sekitar kembali merasakan berkah Ramadhan melalui pembagian takjil dan paket sembako yang digelar organisasi kemeasyarajatan (Ormas) tersebut.



Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal Aidil Anhar, didampingi Sekretaris Timbul Simanjuntak dan Bendahara Jimmy, serta diikuti jajaran pengurus dan kader Pemuda Pancasila.



Sejak sore hari, para pengurus dan anggota tampak antusias turun langsung membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Sunggal.


Tidak hanya itu, sejumlah paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah.



Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal, Aidil Anhar mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat.



“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kita tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang masih membutuhkan,” ujarnya.



Menurut Aidil, kegiatan berbagi ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat.



“Kami ingin Pemuda Pancasila Medan Sunggal selalu menjadi bagian dari masyarakat. Selama Ramadhan ini, kami berkomitmen untuk terus menebar kebaikan dan berbagi kepada sesama,” tambahnya.



Usai pembagian takjil dan sembako, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Kantor PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal.


Suasana penuh keakraban terlihat ketika para pengurus, kader, serta masyarakat duduk bersama menikmati hidangan berbuka.



Momentum kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.



Melalui kegiatan sosial yang dilakukan tanpa henti ini, PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas semakin kuat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan. (F_01/r) 

Gara-gara Aspirasi Warga Tidak Direspon Komisi I DPRD Samosir Dilapor ke BKD, PKB, Gerindra dan Ombudsman


Dari kiri ke kanan :  Valensius Sitorus, Tety Naibaho dan Pardiman Limbong

Samosir | Elindonews.my.id 


Sikap DPRD Kabupaten Samosir yang tidak memberikan respons terhadap permintaan masyarakat untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan pelayanan Poli Mata RSUD Hadrianus Sinaga memicu kritik keras dari warga.


Menurut perwakilan warga Tetty Naibaho 8 Pardiman Limbong dan Valencius Sitorus  di Pangururan, Senin (16/3/2026) bahwa selama lebih dari tiga bulan pihaknya mengaku telah tiga kali menyurati DPRD Samosir, terhitung sejak 3 Desember 2025, 18 Desember 2025 dan 28 Januari 2026. Namun hingga 16 Maret 2026  tidak pernah mendapatkan jawaban resmi. Tidak ada klarifikasi, tidak ada penjelasan, bahkan tidak ada kepastian apakah aspirasi tersebut akan difasilitasi melalui forum resmi DPRD.


Situasi ini membuat warga masyarakat mempertanyakan komitmen DPRD Samosir dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan terhadap pelayanan publik.


Sorotan tajam mengarah kepada Komisi I DPRD Samosir, yang secara kelembagaan memiliki kewenangan untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat. Namun dalam kasus ini,  Tetty Naibaho menilai Komisi I justru terkesan menutup ruang dialog dengan warga.


Karena tidak adanya tanggapan dari DPRD, akhirnya masyarakay mengambil langkah dengan melaporkan persoalan ini kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD) agar dilakukan evaluasi terhadap sikap anggota dewan yang dinilai tidak menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal.


Selain itu, warga masyarakat juga menyampaikan pengaduan kepada partai politik pimpinan Komisi I DPRD Samosir, yakni: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai Ketua Komisi I dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai partai Sekretaris Komisi I. 


Menurut Tetty Naibaho, langkah ini dilakukan agar kedua partai tersebut mengevaluasi komitmen kadernya yang duduk sebagai wakil rakyat, terutama ketika aspirasi masyarakat yang disampaikan secara resmi justru tidak mendapatkan respons.


Di sisi lain, Pardiman Limbong juga menyampaikan bahwa pihaknya juga melaporkan persoalan ini kepada Ombudsman Republik Indonesia, karena sikap mengabaikan permintaan resmi masyarakat tersebut dinilai berpotensi sebagai bentuk maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.


Pardiman  menegaskan bahwa RDP merupakan instrumen penting dalam sistem demokrasi untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Namun dalam kasus ini, mekanisme tersebut justru dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.


“Jika aspirasi masyarakat yang disampaikan secara resmi saja tidak mendapat respons selama berbulan-bulan, maka wajar jika publik mempertanyakan sejauh mana DPRD benar-benar menjalankan mandat rakyat,” ujar Pardiman. 


Sementara itu Valencius Sitorus juga menegaskan bahwa permintaan RDP tersebut sejak awal bertujuan untuk mencari solusi atas persoalan pelayanan Poli Mata, bukan untuk kepentingan politik tertentu. Namun sikap DPRD yang terkesan diam justru membuat persoalan tersebut semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.


Karena itu, Valencius  berharap BKD, partai politik pengusung, serta Ombudsman segera mengambil langkah tegas agar DPRD Samosir kembali menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai lembaga representasi rakyat.


Valencius juga menegaskan bahwa pengawalan terhadap persoalan ini akan terus dilakukan, karena demokrasi tidak boleh berhenti pada saat pemilu saja, tetapi harus hadir dalam kesediaan wakil rakyat untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. 

( BENS /Rel ).

Sabtu, 14 Maret 2026

KPPU Kanwil I Ikut Sidak Serentak di Empat Pasar Tradisional Medan.



Medan | Elindonews.my.id


13 Maret 2026, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Kantor Wilayah I turut serta dalam sidak pasar bersama Tim Satgas Pangan Polda Sumatera Utara untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H.


Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di empat pasar tradisional di Kota Medan, yaitu Pasar Petisah, Pasar Simpang Limun, Pasar MMTC, dan Pasar Aksara, dengan melibatkan sejumlah instansi seperti Ditreskrimsus Polda Sumut, Biro Perekonomian Pemprov Sumut, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Bulog Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).


Dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum ketersediaan bahan pokok terpantau cukup dan aktivitas perdagangan berjalan normal. Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang menunjukkan pergerakan harga.


Komoditas cabai mulai menunjukkan tren kenaikan harga, meskipun stok di pasar masih tersedia. Sementara itu, harga daging ayam ras saat ini berada pada kisaran Rp41.000–Rp42.000 per kilogram, yang menunjukkan tren sedikit menurun dibandingkan sebelumnya.


Untuk komoditas Minyakita, hasil pemantauan menunjukkan bahwa tidak ditemukan lagi pedagang yang menjual dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, sejumlah pedagang menyampaikan bahwa mereka belum mendapatkan pasokan Minyakita dari jalur distribusi resmi karena masih terkendala persoalan administrasi.


Selain komoditas pangan, pedagang juga menginformasikan adanya kenaikan harga plastik kemasan, yang diduga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku plastik di pasar global, salah satunya akibat dinamika geopolitik internasional.


KPPU mengimbau para pedagang untuk menjual komoditas sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) karena secara umum pasokan bahan pokok di pasar tradisional masih dalam kondisi aman.


KPPU bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok guna menjaga stabilitas pasar menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Redaksi



Jumat, 13 Maret 2026

Forum North Sumatra Economic Xceleration Talk Triwulan I 2026 Menyoroti Kolaborasi Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Utara.




Medan | Elindonews.my.id


12 Maret 2026 – Sebagai wujud penguatan sinergi kebijakan dalam menjaga stabilitas keuangan serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi pasca bencana, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera, DJPb Sumatera Utara, dan Lembaga Penjamin Simpanan Kantor Perwakilan Sumatera Utara, berkolaborasi melalui Forum North Sumatra Economic Xceleration Talk (NEXT), di Medan 12/03/26.


Forum ini dihadiri oleh pemerintah daerah, pimpinan perbankan, akademisi, asosiasi, media serta berbagai mitra strategis di Provinsi Sumatera Utara.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, dalam sambutannya menekankan pentingnya strategi penguatan ekonomi daerah melalui pendekatan THR (Terobosan, Harmonisasi, Realisasi) untuk menghadapi era Turbulence, Uncertainty, Novelty, Ambiguity (TUNA). 


Berbagai langkah diarahkan untuk memastikan kecukupan pasokan pangan dan kelancaran distribusi barang, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk revitalisasi pasar tradisional dan penguatan peran UMKM agar tetap produktif. Sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mendorong pengembangan sektor pertanian melalui hilirisasi serta penguatan ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut juga sejalan dengan dukungan terhadap berbagai program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah.




Dalam diskusi yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi, menyampaikan bahwa dinamika perekonomian global masih diwarnai oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta dampak perubahan iklim yang memberikan tekanan terhadap produksi pangan dan stabilitas harga komoditas. Di sisi lain, sejumlah harga komoditas global seperti minyak, crude palm oil (CPO), batubara, dan nikel menunjukkan tren peningkatan yang turut memengaruhi dinamika perekonomian nasional maupun daerah.


Ke depan, perekonomian diperkirakan tetap tumbuh positif pada kisaran 4,9–5,7%, didukung oleh terjaganya stabilitas makroekonomi dan penguatan permintaan domestik. Sejalan dengan hal tersebut, perekonomian Sumatera Utara diprakirakan akan kembali pulih pada tahun 2026 dan semakin menguat pada tahun 2027 dengan pertumbuhan sekitar 5,1%, didukung oleh membaiknya aktivitas ekonomi, stabilitas harga, serta penguatan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah.


Dari sisi pemulihan bencana, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, memaparkan dukungan terhadap kebijakan pemberian perlakuan khusus kredit atau pembiayaan bagi debitur terdampak banjir dan longsor.


Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan ekonomi di wilayah terdampak. Selain itu, dukungan juga diberikan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disalurkan kepada 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total nilai mencapai Rp1,02 triliun. 


Kepala Divisi Edukasi Hubungan Masyarakat dan Kelembagaan LPS 1 Medan, Pramuji Novri H, juga menyampaikan perbankan di Sumatera Utara juga menunjukan kondisi likuiditas yang memadai dan ruang yang cukup untuk menjalankan fungsi intermediasinya. 


Selain itu, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyesuaian tersebut meliputi perpanjangan tenor kredit, penambahan plafon pembiayaan (suplesi), pemberian masa tenggang pembayaran (grace period), serta usulan penghapusan kewajiban bagi debitur KUR yang usahanya tidak dapat dilanjutkan akibat dampak bencana.


Melalui penyelenggaraan forum ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan dengan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Redaksi