Minggu, 11 Oktober 2026

‎Tiga Pekan Gang Anggrek Ditembok, Ratusan Warga Desak Rico Waas Turun Tangan



‎Medan, elindonews.com — Penolakan warga terhadap penembokan jalan umum Gang Anggrek, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, semakin menguat. Ratusan warga menggelar aksi damai pada Minggu (11/10/2026) untuk menyuarakan penolakan sekaligus mendesak pemerintah kota segera menyelesaikan persoalan tersebut.


‎Sejak pukul 08.00 WIB, warga yang terdiri dari kaum ibu, bapak-bapak, hingga kalangan pemuda berkumpul di depan tembok beton yang telah menutup akses Gang Anggrek selama sekitar tiga pekan terakhir.


‎Aksi tersebut dipimpin Koordinator Aksi A. Sembiring bersama Koordinator Lapangan Yose Arfi. Dalam aksi itu, warga secara bergantian membubuhkan tanda tangan pada kain putih sepanjang lima meter sebagai bentuk pernyataan sikap bersama menolak penembokan jalan.


‎Dari pengeras suara, A. Sembiring mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban, mengedepankan aksi damai, dan tidak melakukan tindakan anarkis.


‎Ia juga meminta warga tidak terpancing provokasi maupun hasutan yang berpotensi memicu keributan selama aksi berlangsung.


‎Kain putih yang dibentangkan warga bertuliskan, "KAMI MENOLAK PENEMBOKAN GANG ANGGREK!!!". Pada bagian bawahnya, warga turut mencantumkan tuntutan agar Camat Medan Sunggal, Lurah Sunggal, dan Kepling 4 dicopot dari jabatannya.


‎Salah seorang warga mengatakan, kain yang telah ditandatangani bersama tersebut rencananya diserahkan kepada Wali Kota Medan Rico Waas dalam aksi lanjutan pada Senin (12/10/2026).


‎"Kain putih ini kami tandatangani bersama dan akan kami serahkan kepada Wali Kota Medan Rico Waas pada aksi kedua besok. Ini bukti warga kompak menolak penembokan jalan umum. Sudah tiga minggu jalan ditembok, tetapi menurut kami belum ada penyelesaian dari pemerintah," ujar warga tersebut.


‎Menurut warga, Gang Anggrek telah digunakan masyarakat sebagai akses jalan sejak 1956. Mereka juga menyebut jalan tersebut pernah dicor melalui program PNPM Mandiri pada 2014.


‎Atas dasar itu, warga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap status dan riwayat penggunaan lahan, termasuk menelusuri dasar hukum penembokan yang menyebabkan akses jalan tersebut tertutup.


‎"Kami ingin persoalan ini dibuka secara terang. Gang Anggrek selama ini digunakan masyarakat. Kami meminta pemerintah memastikan status jalan tersebut dan menindaklanjuti keluhan warga sesuai aturan yang berlaku," tegas seorang warga.


‎Dalam aksi tersebut, warga mendesak Wali Kota Medan Rico Waas agar segera turun tangan menyelesaikan konflik penembokan Gang Anggrek.


‎Mereka juga meminta evaluasi terhadap Camat Medan Sunggal, Lurah Sunggal, dan Kepling 4, Marsudin, yang dinilai belum memberikan penyelesaian atas persoalan tersebut.


‎Selain itu, muncul dugaan di kalangan warga mengenai kemungkinan adanya hubungan antara Kepling 4 dan aktivitas penjualan tanah milik Syaiful Bahri. Warga menyebut Marsudin diduga mendapat keuntungan karena menjadi agen penjualan tanah tersebut.


‎Namun, dugaan itu masih memerlukan verifikasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Konfirmasi dari Marsudin maupun pihak Syaiful Bahri diperlukan agar persoalan tersebut dapat diberitakan secara berimbang.


‎Warga berharap Pemerintah Kota Medan bersama instansi terkait segera memeriksa dokumen kepemilikan tanah, status jalan, serta dasar hukum penembokan untuk mencegah konflik berkepanjangan.


‎Situasi sempat memanas ketika Kepling 4, Marsudin, mendatangi lokasi saat massa bersiap membubarkan diri.


‎Sejumlah warga yang kecewa meluapkan kemarahan dan mengejar Marsudin sambil melontarkan kata-kata protes. Kekecewaan tersebut disebut berkaitan dengan dugaan warga bahwa Marsudin tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat dalam persoalan penembokan Gang Anggrek.


‎Beberapa warga lainnya berupaya meredakan situasi dan meminta Marsudin meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan lebih lanjut.


‎Situasi akhirnya tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar.


‎Warga menegaskan akan melanjutkan penyampaian aspirasi pada Senin (12/10/2026). Mereka berharap Wali Kota Medan segera merespons tuntutan masyarakat dan memberikan kejelasan mengenai status Gang Anggrek, sehingga persoalan penembokan jalan tersebut dapat diselesaikan secara transparan sesuai ketentuan hukum. (F_01)

Jumat, 09 Oktober 2026

Kunjungan Wisman Ke Sumut Pada Juni 2026 Meningkat 10, 64 Persen




Medan | Elindonews.com


“Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 31.349 kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 10,64 persen dibandingkan kondisi Juni 2026.


Jika dibandingkan secara year on year (yoy) dengan periode yang sama pada 2025, jumlah kunjungan tersebut juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,38 persen.


Data ini mengindikasikan pergerakan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara terus menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Kondisi ini tentunya patut menjadi perhatian bersama karena mencerminkan perkembangan positif sektor pariwisata di Sumatera Utara.” tutur Dadan Supriana mewakili Kepala BPS SUMUT 01/10/26 di medan

=tpm=




Gubernur BI Kukuhkan Ameriza M. Moesa Sebagai Kepala Perwakilan Sumut



Medan, elindonews.com - 

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, secara resmi mengukuhkan Ameriza M. Moesa sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam Upacara Pengukuhan yang diselenggarakan di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Jumat (9/10). 


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah se-Sumatera Utara, pimpinan kementerian dan lembaga, perbankan, serta mitra strategis Bank Indonesia.


Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa Ameriza M. Moesa memiliki pengalaman panjang selama 30 tahun berkarier di Bank Indonesia dan terakhir menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten serta memiliki berbagai pengalaman  antara lain dalam pengendalian inflasi daerah, pengembangan UMKM, penguatan hubungan dengan investor di kantor perwakilan luar negeri, serta pengembangan sistem pembayaran di Kantor Pusat Bank Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat pelaksanaan tugas Bank Indonesia di Sumatera Utara dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional.


Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta seluruh mitra kerja kepada Rudy Brando Hutabarat yang telah memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara selama kurang lebih 1,5 tahun dan saat ini telah ditugaskan sebagai Kepala Departemen Regional Kantor Pusat Bank Indonesia. Berbagai capaian yang diraih selama periode tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah dan mitra strategis Lainnya.


Sinergi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah selama ini telah terbangun dengan erat, tercermin dari capaian Provinsi Sumatera Utara yang meraih penghargaan Terbaik III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi pada Rapat Koordinasi Nasional TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Capaian ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi kedepannya dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


“Pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia senantiasa mengedepankan prinsip 3I, yaitu Impactful, Inclusive, dan Integrative. Setiap langkah kebijakan harus memberikan dampak nyata, membuka ruang partisipasi bagi seluruh pihak, serta menyelaraskan kebijakan dan tindakan untuk mencapai tujuan bersama. Sinergi berarti berjalan berdampingan, memadukan kekuatan, dan saling melengkapi agar menghasilkan capaian yang lebih optimal dibandingkan bekerja sendiri”, ucap Destry Damayanti.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan sinergi Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas harga, mendorong digitalisasi, mengembangkan UMKM, memperluas akses keuangan, dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyambut baik pengukuhan Bapak Ameriza M. Moesa sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan ekonomi daerah. Melalui kolaborasi SUMUT Berkah, kita perlu memastikan stabilitas harga tetap terjaga, digitalisasi ekonomi semakin luas, UMKM semakin berdaya saing, serta potensi ekonomi Sumatera Utara dapat dikembangkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”ujar Bobby.


Kegiatan upacara pengukuhan ditutup dengan penyematan kain ulos atau yang biasa disebut “mangulosi” dalam adat batak oleh Gubernur Sumatera Utara kepada Gubernur Bank Indonesia sebagai tanda bukti penghormatan telah hadir di wilayah Provinsi Sumatera Utara.


Melalui pengukuhan ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperluas digitalisasi, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Kolaborasi yang semakin erat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Sumatera Utara terhadap perekonomian nasional.


=tp. Matondang=