Senin, 04 Mei 2026

Gerebek 15 Sarang Narkoba, Polrestabes Medan Ringkus 148 Tersangka



Medan  |  Elindonews.my.id

Perang terhadap narkoba di Kota Medan kian digencarkan. Dalam kurun waktu satu bulan, Polrestabes Medan berhasil mengungkap 119 kasus dengan 148 tersangka, termasuk residivis, sekaligus membongkar sejumlah sarang peredaran narkotika.

‎

‎Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa selain penindakan hukum, pihaknya juga menggencarkan kegiatan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) untuk menekan peredaran gelap narkotika di berbagai titik rawan.

‎

‎“Dalam satu bulan ini, ada 15 kali GSN yang kita lakukan. Sasaran kita mulai dari barak narkoba, loket, hingga tempat hiburan yang terindikasi menjadi lokasi peredaran narkotika,” ujar Calvijn, Senin (4/5/2026).

‎

‎Ia merinci, lokasi penggerebekan tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Sibolangit sebanyak empat titik, Percut Sei Tuan tiga titik, Pancur Batu dua titik, Medan Maimun dua titik, serta masing-masing satu titik di Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Area, dan Kutalimbaru.

‎

‎Menurutnya, Polrestabes Medan juga terus melakukan pemetaan terhadap kawasan-kawasan rawan lainnya, termasuk area di sekitar rel kereta api yang kerap dijadikan lokasi penyalahgunaan narkoba.

‎

‎“Pemetaan masih terus dilakukan. Ke depan, GSN akan terus kita intensifkan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.

‎

‎Langkah masif ini menjadi bagian dari komitmen Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. (F_01)

KPPU Perkuat Sinergi Dengan Dunis Akademik



Medan | Elindonews.my.id


Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik. Komisioner KPPU, Moh. Nur Rofieq dan Budi Joyo Santoso, didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah I KPPU beserta jajaran, melaksanakan kegiatan kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui kuliah umum bertema Hukum Persaingan Usaha dan Pengawasan Kemitraan. 


Kehadiran rombongan KPPU disambut langsung oleh Wakil Rektor I UMSU, Muhammad Arifin Gultom, serta Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Atikah Rahmi, di ruang rapat rektorat UMSU. Dalam pertemuan tersebut, KPPU menyampaikan peran dan mandatnya sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 terkait Pengawasan Kemitraan UMKM.


Pada kesempatan tersebut, Komisioner KPPU juga menyampaikan rencana penguatan kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang selaras dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti kuliah umum, seminar, penelitian bersama, serta program magang mahasiswa.


Budi Joyo Santoso menambahkan bahwa KPPU juga memiliki fungsi strategis dalam memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah, khususnya agar regulasi daerah yang disusun tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip persaingan usaha sehat dan kebijakan kemitraan UMKM. Ia juga menekankan pentingnya peran KPPU dalam mendorong pemerataan ekonomi serta membangun ekosistem usaha yang kompetitif dan berkeadilan.


Setelah kegiatan audiensi, Komisioner Moh. Nur Rofieq menyampaikan kuliah umum di Fakultas Hukum UMSU yang dihadiri oleh para mahasiswa, Senin 04/05/26.


Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep dasar hukum persaingan usaha dan pengawasan kemitraan, termasuk pentingnya aturan main untuk mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.


Lebih lanjut, Moh. Nur Rofieq menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap aspek filosofis dan tujuan hukum dalam mempelajari hukum persaingan usaha. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi kunci dalam mengkaji keterkaitan antara hukum persaingan usaha dengan berbagai produk hukum lain yang berlaku di Indonesia, sehingga analisis hukum yang dihasilkan menjadi lebih komprehensif dan kontekstual.


Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi yang pesat dapat memunculkan tantangan berupa potensi praktik persaingan usaha tidak sehat, seperti penyalahgunaan kekuatan pasar oleh pelaku usaha dominan, praktik monopoli, hingga strategi predatory pricing yang berpotensi merugikan pelaku usaha lain dan konsumen.


Melalui kegiatan ini, KPPU berharap dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya persaingan usaha yang sehat serta mendorong lahirnya generasi yang mampu berkontribusi dalam menciptakan iklim usaha yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.

=tpm/rel=

GEMA PENA Tegaskan Sikap, Kadis PMD Madina Layak Didukung ‎

Kadis PMD Madina Irsal Pariadi, S.STP. (Foto/ist). 



‎Jakarta  |  Elindonews.my.id

Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GEMA PENA) menyatakan dukungan moral kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal agar tetap fokus menjalankan tugas dengan integritas di tengah dinamika isu yang berkembang.

‎

‎Koordinator Nasional GEMA PENA, Julius Fadli, menegaskan bahwa Kepala Dinas PMD Mandailing Natal merupakan figur yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat.

‎

‎Menurut Julius, penting bagi semua pihak untuk memberikan ruang dan kepercayaan kepada pejabat publik dalam menuntaskan tanggung jawabnya tanpa tekanan opini yang belum tentu memiliki dasar yang jelas.

‎

‎“Dalam situasi seperti ini, ketenangan dan kejernihan berpikir sangat dibutuhkan. Setiap tudingan harus disikapi secara bijak dan tidak dijadikan dasar penilaian tanpa klarifikasi yang objektif,” ujarnya.

‎

‎Ia menilai, selama ini Kadis PMD dikenal sebagai sosok yang bekerja dengan dedikasi dan ketulusan. Karena itu, ia mengingatkan agar berbagai isu yang beredar tidak sampai menghambat kinerja dan pengabdian yang telah dilakukan.

‎

‎“Kami melihat Kadis PMD sebagai pribadi yang bekerja dengan hati. Jangan sampai kerja-kerja tersebut terganggu oleh gelombang isu yang belum tentu memiliki landasan fakta kuat,” tambahnya.

‎

‎Lebih lanjut, Julius menekankan bahwa setiap aparatur negara berhak mendapatkan perlindungan moral selama menjalankan tugas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah dalam menyikapi setiap persoalan.

‎

‎GEMA PENA juga menyatakan keyakinannya bahwa pengelolaan Dana Desa di Mandailing Natal tetap berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

‎

‎Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal pembangunan desa secara konstruktif dan tidak memperkeruh situasi dengan informasi yang belum terverifikasi.

‎“Dukungan ini merupakan bentuk empati sekaligus harapan agar Kadis PMD tetap kuat dan tidak goyah dalam menghadapi berbagai ujian,” katanya.

‎

‎Di akhir pernyataannya, Julius mengimbau masyarakat Mandailing Natal untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

‎

‎“Mari kita beri kepercayaan kepada Kadis PMD untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik. Yang kita jaga adalah masa depan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Julius. (F_01) 

Inflasi Sumut Pada April 2026 Sebesar 2,92 Persen, Gunungsitoli Sebagai Kota Tertinggi



Medan | Elindonews.my.id


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Sumatera Utara untuk periode April 2026. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan, Provinsi Sumatera Utara mencatatkan inflasi tahunan atau Year-on-Year (y-on-y) sebesar 2,92 persen dengan angka Indeks Harga Konsumen yang berada di posisi 112,00.


Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut), Asim Saputra, menjelaskan bahwa kondisi inflasi di berbagai wilayah pemantauan menunjukkan angka yang bervariasi. Dalam paparan rilis yang disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, diketahui bahwa Kota Gunungsitoli menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tahunan paling tinggi di Sumatera Utara.


Pada April 2026, terjadi inflasi year-on-year di Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,92 persen dengan IHK sebesar 112,00. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 4,66 persen dengan IHK sebesar 114,53 dan terendah terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 1,92 persen dengan IHK sebesar 111,20, ujar Asim Saputra dalam pernyataan resminya


Lebih lanjut, Asim memaparkan bahwa fenomena inflasi tahunan ini dipicu oleh adanya kenaikan harga yang terlihat pada sebelas indeks kelompok pengeluaran masyarakat. Seluruh kelompok pengeluaran tersebut tercatat mengalami peningkatan indeks secara kolektif.


Kenaikan harga ini ditunjukkan oleh naiknya sebelas indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,61 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,69 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,47 persen, kelompok transportasi sebesar 2,30 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,81 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,50 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,71 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,84 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,68 persen, urai Kepala BPS Sumut tersebut.


Asim juga memberikan data mengenai perbandingan inflasi dalam rentang waktu yang lebih pendek. Beliau menyebutkan bahwa tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Provinsi Sumatera Utara pada April 2026 berada di angka 0,44 persen.


Dalam data perkembangan harga tersebut, Asim mengungkapkan angka kumulatif tahun berjalan. Tercatat bahwa tingkat deflasi year-to-date (y-to-d) Provinsi Sumatera Utara hingga April 2026 mencapai angka 0,22 persen. Data ini menjadi acuan penting dalam melihat dinamika ekonomi dan daya beli masyarakat di wilayah Sumatera Utara sepanjang tahun 2026.

=tpm=








‎SMK Wilayah VIII Samosir–Toba Unjuk Karya di Gebyar Expo Pendidikan Sumut 2026 ‎

Kacabdis Wilayah VIII Samosir dan Toba bersama Kepsek wilayah VIII. (Foto/dok) 

‎

‎Medan  |  Elindonews.my.id

Gebyar Expo Pendidikan Sumatera Utara 2026 menjadi panggung unjuk kreativitas bagi siswa SMK Wilayah VIII Samosir dan Toba, yang menampilkan beragam produk unggulan mulai dari kuliner, kecantikan, hingga busana dan ukiran khas Batak, sebagai bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di daerah tersebut.

‎

‎Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Wilayah VIII Samosir dan Toba, John Suhartono Purba, S.Pd., S.H., M.H., mengatakan partisipasi ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kualitas dan kreativitas siswa SMK kepada masyarakat luas. Ia hadir didampingi para kepala sekolah. 

‎

‎“Kami sangat mendukung dan bangga bisa berpartisipasi dalam Gebyar Expo Pendidikan Sumut ini dengan memamerkan produk-produk unggulan dari sekolah-sekolah di Wilayah VIII,” ujarnya.

‎

‎Pada kegiatan tersebut, Wilayah VIII menghadirkan dua stand utama yang diisi oleh SMKN 1 Simanindo dan SMKN 1 Laguboti. SMKN 1 Simanindo menampilkan produk di bidang kuliner dan kecantikan, sementara SMKN 1 Laguboti menghadirkan karya busana Batak serta ukiran khas gorga Batak yang sarat nilai budaya.

‎

‎Menurut John, ajang ini menjadi wadah strategis bagi siswa untuk menunjukkan hasil karya dan keterampilan yang telah mereka pelajari di sekolah, sekaligus melatih jiwa kewirausahaan.

‎

‎“Ini adalah kesempatan bagi anak-anak untuk memamerkan hasil karya mereka di ajang Gebyar Expo Pendidikan,” jelasnya.

‎

‎Ia berharap, pada penyelenggaraan tahun berikutnya, partisipasi SMK dari Wilayah VIII dapat semakin diperluas, baik dari segi jumlah sekolah maupun ragam produk yang ditampilkan.

‎

‎“Harapan kami ke depan, lebih banyak lagi SMK di Wilayah VIII yang bisa ikut serta sehingga potensi daerah semakin dikenal luas,” pungkasnya. (F_01)

SMKN 1 Laguboti Tampil Memukau di Expo Pendidikan Sumut 2026, Tunjukkan Inovasi dan Karakter Unggul Siswa ‎

‎Kepala SMKN 1 Laguboti, Benson D. Hutahaean, S.Pd., M.Si bersama Kadis Provsu Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si. (Foto/dok). 


‎Medan  |  Elindonews.my.id

SMK Negeri 1 Laguboti sukses mencuri perhatian dalam Pameran Expo Pendidikan Provinsi Sumatera Utara 2026. Penampilan sekolah ini tidak hanya menonjolkan karya kreatif siswa, tetapi juga menjadi representasi nyata dari implementasi kurikulum berbasis karakter dan inovasi.

‎

‎Beragam karya unggulan turut dipamerkan, mulai dari produk kreatif berbahan kayu dan rotan, karya logam dan perhiasan, batik dan tekstil, hingga desain dan produksi busana yang mencerminkan keterampilan serta daya saing siswa di dunia industri kreatif.

‎

‎Kepala SMKN 1 Laguboti, Benson D. Hutahaean, S.Pd., M.Si., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para guru pendamping, yakni Drs. Adilnoto, Ika Kartika, S.Pd., Konni Simanjuntak, S.Pd., dan Parnaria Tamba, S.Pd. Minggu, (3/5/2026). 

‎

‎Dalam keterangannya, Benson menegaskan bahwa Expo Pendidikan bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang strategis untuk menunjukkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

‎

‎“Expo Pendidikan 2026 ini adalah bukti nyata implementasi kurikulum yang menekankan pada penguatan karakter dan kreativitas siswa. Kami bangga melihat siswa mampu menerjemahkan teori di kelas menjadi karya dan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

‎

‎Ia menambahkan, SMKN 1 Laguboti berkomitmen menjadi wadah pengembangan talenta muda secara menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun keterampilan praktis.

‎

‎Lebih lanjut, Benson menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak.

‎

‎“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan generasi unggul,” tambahnya.

‎

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan kepada SMKN 1 Laguboti untuk menampilkan karya terbaik siswa dalam ajang tersebut.

‎

‎Menutup pernyataannya, Benson berharap semangat inovasi yang ditunjukkan siswa tidak berhenti pada kegiatan expo, melainkan menjadi budaya dalam proses belajar sehari-hari.

‎

‎“Saya ingin inovasi menjadi budaya belajar. Siswa harus berani menghadapi tantangan, belajar dari kegagalan, mampu bekerja dalam tim, dan percaya diri berkomunikasi di depan publik. Karakter inilah yang akan menjadi bekal utama mereka di masa depan,” tutupnya. (F_01)

Minggu, 03 Mei 2026

M. Arif Tanjung Ajak Warga Doakan Jamaah Haji Sumut, Harap Sehat dan Mabrur

M. Arif Tanjung. (Foto/ist) 


‎Medan  |  Elindonews.my.id

Keberangkatan jamaah haji asal Sumatera Utara tahun 2026 disambut penuh haru dan harapan. Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, mengajak seluruh masyarakat untuk mengiringi perjalanan para tamu Allah dengan doa terbaik.

‎

‎Dalam keterangannya di Medan, Minggu (3/5/2026), M. Arif Tanjung menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna dan keberkahan.

‎

‎Menurutnya, momen keberangkatan jamaah haji merupakan peristiwa sakral yang mencerminkan panggilan istimewa dari Allah SWT kepada umat pilihan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memberikan dukungan moral dan doa.

‎

‎“Keberangkatan ini adalah anugerah besar. Mari kita iringi dengan doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah, dan kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

‎

‎Ia menilai, para jamaah haji tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga harapan masyarakat Sumatera Utara serta bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebersamaan dan solidaritas sosial menjadi penting, termasuk dalam memberikan dukungan kepada keluarga jamaah yang ditinggalkan sementara waktu.

‎

‎Lebih lanjut, M. Arif Tanjung menyebut kesempatan berhaji sebagai “kado terindah” yang tidak semua orang dapatkan, mengingat panjangnya masa penantian dan besarnya pengorbanan yang harus dilalui.

‎

‎“Ini adalah panggilan suci yang dinantikan bertahun-tahun. Sudah sepatutnya kita semua mendoakan agar setiap langkah mereka dimudahkan hingga kembali ke tanah air,” katanya.

‎

‎Ia juga mengingatkan para jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, dan kesabaran selama berada di Tanah Suci. Kondisi fisik dan mental yang prima, menurutnya, menjadi kunci agar ibadah dapat dijalankan secara khusyuk di tengah padatnya aktivitas.

‎

‎Tak hanya itu, ia berharap pemerintah serta seluruh petugas pendamping haji dapat memberikan pelayanan optimal, khususnya bagi jamaah lanjut usia, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah.

‎

‎“Pelayanan yang tulus dan profesional akan sangat membantu jamaah dalam menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ungkapnya. 

‎

‎Menutup pernyataannya, M. Arif Tanjung berharap para jamaah haji asal Sumatera Utara dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik dan menjadi teladan di tengah masyarakat, dengan membawa nilai-nilai kesabaran, persatuan, serta kedamaian. (F_01)