Rabu, 09 April 2025

Februari 2025, Ekspor Sumatera Utara Alami Kenaikan Sebesar 9,03 Persen



Medan | Elindonews.my.id


Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Februari 2025 mengalami kenaikan dibandingkan Januari  2025, yaitu dari US$ 919,50  juta menjadi US$ 1.002,49 juta atau mengalami kenaikan sebesar 9,03 persen. Bila dibandingkan dengan Februari 2024, ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 34,23 persen.


Golongan barang yang mengalami penurunan terbesar pada Februari 2025 terhadap Januari 2025 adalah golongan karet dan barang dari karet yaitu turun sebesar US$11,26  juta (-11,95%) diikuti oleh golongan sabun dan preparat pembersih turun sebesar US$6,16 juta (-12,03%). 


Hal itu dipaparkan, Drs. Misfarudin MSi, Statistik Ahli Utama kantor BPS (Badan Pusat Statistik) Prov. Sumut, 08/04/25 di Jalan Asarama Medan.


Sementara golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar adalah golongan lemak & minyak hewan/nabati yaitu naik sebesar US$72,02 juta (20,57%) dan diikuti oleh golongan berbagai produk kimia yaitu naik sebesar US$20,04 juta (14,42%).

(E_01/rel)





Nilai Tukar Petani Provinsi Sumatera Utara Maret 2025 Sebesar 145,81

 





Pada Maret 2025, NTP Provinsi Sumatera Utara (2018=100) tercatat sebesar 145,81 atau naik 0,59 persen dibandingkan dengan NTP Februari 2025, yaitu sebesar 144,96.


Kenaikan NTP Maret 2025 disebabkan oleh naiknya NTP tiga subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,29 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,84 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 1,74 persen.


Hal itu disampaikan, Drs Misfarudin MSi, Statistik Ahli Utama, kantor BPS (Badan Pusat Statistik) Prov. Sumut, 08/04/25 di Jalan Asarama Medan.


Sementara itu, NTP dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu NTP subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 4,12 persen dan NTP subsektor Peternakan sebesar 0,11 persen.


Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Sumatera Utara pada Maret 2025 sebesar 146,00 atau naik sebesar 0,84 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
(E_01/rel)

Diduga Tender Jembatan di Kota Medan Hanya Formalitas



Medan | Elindonews.my.id


Tender Pembangunan Jembatan di Jl. HOS. Cokroaminoto Kec. Medan Area, diduga sarat KKN. 


Dengan nilai anggaran sebesar Rp 5,1 miliar yang bersumber dari APBD Pemkot Medan tahun 2025, tender ini dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK). Namun, di balik proses tender yang seharusnya transparan, diduga kuat terdapat praktik persekongkolan dan hanya formalitas saja.


Tender Dikeluhkan oleh Pengusaha Konstruksi.

Tender dengan kode tender 10012356000 tersebut mempertemukan Empat peserta penawar, yakni PT. Hasta Merah Prima, PT. Karsa Karta Konstruksi, PT. Tama Multi Kreasi dan CV. Bukit Batu Arang. 


Meskipun PT. Tama Multi Kreasi akhirnya diumumkan sebagai pemenang tender, sejumlah pihak merasa ada kejanggalan terkait kelayakan dan kualifikasi perusahaan ini.


Tiga peserta lainnya, PT. Hasta Merah Prima, PT. Karsa Karta Konstruksi dan CV. Bukit Batu Arang, digugurkan pada tahap evaluasi teknis dengan alasan ketidaklengkapan dokumen persyaratan. 


Indikasi Persekongkolan 

Isu mengenai monopoli tender di Dinas SDABMBK sudah beredar sebelum batas pemasukan penawaran. 

Nama grup "Sibirong," yang sudah terlibat dalam proyek sebelumnya, seperti pembangunan overpass di Jl. Stasiun, turut disebut-sebut dalam praktik ini.


Narasumber yang sering dipanggil dengan sebutan ucok, memberi kata kunci” Abg lihat tender 2023, itu-itu aja yang diputar putar” jawabnya


Dia juga menjelaskan bahwa tender jembatan sekarang merupakan komitmen di tahun 2024 yang tidak jadi dilaksanakan.


“Sangat kasar permainannya sekarang ya bang, pemenang menawar sampai 99,5 % dari HPS, frontal kali”ucap Ucok.


Rekam Jejak Digital.

Berdasarkan data LPJK PUPR, PT. Hasta Merah Prima dan PT. Tama Multi Kreasi memiliki No. Telp Kantor yang sama. Artinya PT. Hasta Merah Prima dan PT. Tama Multi Kreasi dibawah kendali satu orang.


Rekam Jejak digital dalam Website LPSE Kota Medan tahun 2023 memperkuat dugaan persekongkolan ini. 


Pada tender Pembangunan Jembatan di Jl. HM. Yamin Kec. Medan Perjuangan Tahun Anggaran 2023 yang dimenangkan oleh CV. Bukit Batu Arang.  


Dokumen pemilihan yang di Upload hampir sama dengan dokumen pemilihan Pembangunan Jembatan di Jl. HOS. Cokroaminoto Kec. Medan Area.


CV. Bukit Batu Arang mampu memenuhi syarat teknis yaitu 

Melampirkan surat dukungan pabrikan penyediaan unit pracetak gelagar type I.


Fakta ini menjadi pertanyaan mengapa di tahun ini CV. Bukit Batu Arang tidak mampu memenuhi syarat teknis dokumen pemilihan.


Perbuatan Melawan Hukum 

Persekongkolan dalam tender ini, jika terbukti, telah melanggar Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 


Selain itu, praktik semacam ini juga berpotensi menciptakan ketidakadilan dalam persaingan usaha dan merugikan keuangan kas daerah, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.


Wali Kota diminta panggil Oknum yang terlibat

Penggiat pengawasan, Erwin Simanjuntak, mendesak Wali Kota Medan, Rico Wass, untuk segera memanggil serta meminta penjelasan dari Kepala UKPBJ, PPK, dan Kepala Dinas SDABMBK.


“Perbuatan melawan hukum ini jika dibiarkan akan mencoreng nama baik Wali Kota Medan,” ujar Erwin. Ia juga menambahkan, “Jangan sampai seperti kata pepatah, “Satu orang makan nangka, semua kena getahnya.”katanya, 09/04/25.


Menurut Erwin Perbuatan pesekongkolan ini terkesan menjadikan Tender di UKPBJ hanya bersifat formalitas dan akal-akalan saja.

(E_01/er)

Finnet Optimalkan Fraud Detection System Guna Keamanan Transaksi Digital Selama RAFI 2025



Jakarta | Elindonews.my.id 


Ramadan dan Idulfitri (RAFI) menjadi momen yang penuh dengan kebersamaan bagi seluruh masyarakat. Terlebih, masyarakat pada saat ini dapat melakukan berbagai transaksi secara digital dengan mudah. 


Namun, di balik mudahnya transaksi digital ini, ancaman kejahatan siber juga meningkat. Dalam rangka memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta menjaga keamanan transaksi digital selama periode RAFI 2025, PT Finnet Indonesia (Finnet), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, telah mengoptimalkan Fraud Detection System (FDS) sebagai langkah untuk memastikan keamanan data pelanggan dan memberikan pengalaman transaksi yang aman serta bebas dari potensi kejahatan siber.


Lonjakan transaksi pada periode RAFI kerap menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan siber melakukan berbagai modus penipuan, mulai dari phishing, transaksi mencurigakan, hingga penyalahgunaan data pribadi. Finnet, sebagai penyedia layanan payment gateway terbaik, memahami bahwa periode RAFI menjadi momen krusial dengan lonjakan transaksi yang signifikan, baik melalui e-commerce, perbankan digital, maupun layanan keuangan lainnya. 


Untuk mengantisipasi hal tersebut, Finnet telah memperkuat sistem FDS yang dilengkapi dengan real time monitoring, FinpayCare 24/7, dan pemanfaatan Machine Learning (AI-bot) guna memastikan setiap transaksi masyarakat, pelanggan, dan para mitra bisnis tetap aman, nyaman, dan terlindungi.


Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Finnet dalam menjalankan prinsip ESG, khususnya pada aspek tata kelola (Governance). Dengan memperkuat sistem keamanan digital, Finnet tidak hanya melindungi transaksi pelanggan tetapi mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih aman dan berkelanjutan. 

Sebagai penyedia layanan Payment Gateway terbaik, Finnet berhasil menjaga success ratio hingga 99%. 


Direktur Utama Finnet Rakhmad Tunggal Afifuddin menegaskan bahwa kenyamanan & keamanan saat bertransaksi menjadi prioritas utama perusahaan. "Kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat, pelanggan, dan mitra bisnis dapat bertransaksi dengan tenang selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Dengan sistem Fraud Detection yang semakin canggih, kami berupaya memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh masyarakat, pelanggan, dan mitra bisnis pengguna layanan Finnet," pungkas Rakhmad, Rabu (9/4/2025) 


Sementara itu, Direktur Technology, Product & Operation Finnet Apep M.K Noormansyah menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi Finnet menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran transaksi digital selama RAFI 2025. "Kami telah melakukan berbagai penguatan sistem, baik dari sisi teknologi maupun operasional, agar dapat menjamin keamanan dan kelancaran transaksi digital di seluruh ekosistem Finnet. Dengan pemantauan 24/7, sistem berbasis AI, serta peningkatan kapasitas infrastruktur, kami siap menghadapi lonjakan transaksi juga mengantisipasi segala potensi risiko siber," tambah Apep.


Dengan berbagai penguatan sistem keamanan yang dilakukan ini, Finnet berharap masyarakat dapat menikmati momen RAFI 2025 dengan penuh kebahagiaan, tanpa perlu khawatir terhadap risiko kejahatan digital. Finnet akan terus berinovasi, meningkatkan sistem keamanan, dan menjaga kepercayaan masyarakat, pelanggan, dan mitra bisnis dalam setiap transaksi digital. 

(JBR/15)

Telkom Bantu Pelatihan Aneka Olahan Laut Untuk Kelompok Istri Nelayan



Jakarta | Elindonews.my.id


Sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan pemanfaatan dari hasil perikanan secara berkelanjutan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)  menginisiasi pelatihan pengolahan hasil perikanan, termasuk teknologi pengawetan dan pengemasan produk. 


Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Kampung Hunian Tetap pada tanggal 25-26 Februari 2025, dihadiri oleh 20 peserta istri nelayan dan pelaku UMKM.


Pelatihan tersebut yang diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan juga pengetahuan para istri nelayan guna produk olahan perikanan yang bernilai jual serta berdaya saing di pasaran. Ikan segar hasil tangkapan dapat diolah secara mandiri menjadi produk bernilai lebih tinggi, seperti abon dan dendeng ikan tenggiri, teri balado, dan sambal cumi. Produk olahan ini diharapkan dapat berpotensi menjadi inovasi baru sebagai oleh-oleh khas Ujung kulon, Banten.


Bencana tsunami yang terjadi pada tahun 2018 di Banten telah berdampak signifikan pada seluruh ekosistem juga kehidupan masyarakat setempat. Letusan Gunung Anak Krakatau memicu longsoran bawah laut sehingga menyebabkan tsunami menerjang wilayah pesisir di sekitar Selat Sunda. 


Bencana mengakibatkan ratusan korban jiwa, puluhan ribu masyarakat cedera, yang mengungsi karena kerusakan infrastruktur, serta dampak ekonomi secara signifikan karena hilangnya lapangan kerja yang menjadi mata pencaharian kehidupan sehari-hari. 


Kampung Hunian Tetap (Huntap) Desa Sumberjaya adalah salah satu lokasi relokasi bagi para korban tsunami Selat Sunda yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kampung ini dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal yang lebih aman bagi masyarakat yang terdampak bencana. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai nelayan, tidak memiliki  pendapatan  yang  pasti  setiap  harinya. 


Hal ini  dikarenakan hasil tangkapan ikan segar para nelayan sangat bergantung pada gelombang  air  laut. Jika gelombang air laut sedang tinggi, maka nelayan tidak mendapatkan penghasilan sehingga kebutuhan keluarga tidak terpenuhi, Rabu (9/4/2025) 


Ketergantungan pada hasil penjualan ikan segar dan minimnya diversifikasi produk hasil perikanan masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat nelayan di Kampung Hunian Tetap. Maka dari itu, diperlukan sebuah inovasi baru untuk menambah penghasilan dengan meningkatkan perekonomian para keluarga nelayan.


"Dulu, kami hanya bergantung pada penjualan hasil tangkapan suami. Sekarang, kami bisa mengolahnya sendiri menjadi produk yang bernilai lebih tinggi," sebut salah satu istri nelayan di Pandeglang Siti Sadiah. 


Setelah tsunami 2018 meluluhlantakkan pesisir Banten, banyak keluarga nelayan kehilangan mata pencaharian. Namun, para perempuan di komunitas ini tak tinggal diam. Melalui pelatihan usaha, para istri nelayan mampu berdaya mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi demi membangun kembali ekonomi keluarga dan masyarakat mereka.


Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyatakan, “Melalui program pemberdayaan ini, Telkom akan tetap berupaya mendorong perubahan nyata dalam kehidupan para istri nelayan yang terdampak tsunami. Mereka tidak hanya mampu bangkit secara ekonomi, tetapi juga lebih mandiri dan berdaya dalam mengelola usaha berbasis hasil laut. 


Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali ekonomi lokal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka secara keseluruhan.”


Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Telkom dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals ke-9, yaitu mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta mengembangkan keterampilan baru. Diharapkan, setelah  mengikuti kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mandiri dan percaya diri hingga masuk ke pasar global. (JBR/15).

Selasa, 08 April 2025

Jumlah Penumpang Domestik Yang Berangkat Dari Bandara Internasional Kualanamu Selama Februari 2025 Mencapai 173.320 Orang



Medan | Elindonews.my.id


Jumlah penumpang domestik yang datang ke Sumatera Utara melalui pintu Bandara Internasional Kualanamu pada Februari 2025 mencapai 161.330 orang, atau turun 22,22 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 207.422 orang.


Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing, pada bulan Februari 2025 turun sebesar 5,36 persen dibanding Januari 2025 yaitu dari 112.283 orang menjadi 106.270 orang.


Hal itu disampaikan, Drs.Misfarudin MSi, Statistik Ahli Utama Kantor BPS (Badan Pusat Statistik) Prov Sumut, Selasa 08/04/25 di jalan Asrama Medan.


Lebih lanjut dikatakan, jumlah penumpang angkutan laut antar pulau (dalam negeri) yang berangkat dari Pelabuhan Belawan pada Februari 2025 tercatat sebanyak 9.244 orang, atau turun 37,96 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 14.901 orang. 


Sementara itu, jumlah penumpang yang datang pada Februari 2025 tercatat sebanyak 7.910 orang, atau turun 69,49 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 25.923 orang.

(E_01/rel)





Maret 2025, inflasi Year-on-Year (y-on-y) Provinsi Sumatera Utara Sebesar 0,69 Persen. Inflasi y-on-y Tertinggi Terjadi di Pematang Siantar, Sebesar 2,18 persen






Pada Maret 2025, inflasi year-on-year (y-on-y) di Provinsi Sumatera Utara sebesar 0,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,37. 


Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 2,18 persen dengan IHK sebesar 109,46, sedangkan inflasi y-on-y yang terendah terjadi di Kabupaten Labuhanbatu sebesar 0,16 persen dengan IHK sebesar 110,68.


Hal itu disampaikan, Drs. Misfarudin, MSi, Statistik Ahli Utama Kantor BPS (Badan Pusat Statistik) Prov. Sumut, Selasa 08/04/25 di Jalan Asrama Medan.


Lebih lanjut dikatakan, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,68 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 0,11 persen.
(E_01/rel)